Merpati Nusantara Airlines dan PT Istaka Karya akan Segera Dibubarkan Menyusul 3 BUMN Lainnya

Pembubaran ketiga BUMN tersebut dilakukan melalui putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Editor: Sudarwan
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Ilustrasi pesawat Merpati Nusantara Airlines di Bandara Sultan Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mengumumkan 3 perusahaan pelat merah yang dibubarkan yaitu PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau ISN, PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero) atau KKA.

Pembubaran 3 perusahaan itu disampaikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Menurut Erick, selain ketiga perusahaan tersebut masih akan menyusul beberapa perusahaan lainnya.

Kementerian BUMN melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) sebagai pemegang Surat Kuasa Khusus (SKK) telah melakukan langkah penyelesaian penanganan BUMN yang selama ini belum terselesaikan, dengan memberikan kepastian hukum atas pembubaran tiga BUMN.

Pembubaran ketiga BUMN tersebut dilakukan melalui putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Menteri BUMN, Erick menambahkan, keputusan pembubaran adalah langkah terbaik karena ketiga BUMN tersebut sudah tidak dapat melaksanakan perannya.

Yaitu dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, meraih keuntungan, dan memberikan kemanfaatan umum sesuai Undang- Undang BUMN No.19 Tahun 2003.

"Langkah ini juga sejalan dengan transformasi yang dijalankan Kementerian BUMN agar perusahaan-perusahaan BUMN makin profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Erick.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pembubaran BUMN masih akan terus berlanjut.

Selanjutnya, BUMN yang menyusul akan dibubarkan itu di antaranya PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dan PT Istaka Karya (Persero).

“Pembubaran tiga BUMN tersebut adalah tahap pertama yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan beberapa BUMN lainnya, tentunya sesuai dengan mekanisme sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” papar Erick.

“Untuk itu, kami meminta dukungan kepada seluruh pihak agar dapat mendukung proses ini sebagai langkah terbaik untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu seperti dilansir Kompas, Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi mengungkapkan, dalam pembubaran Istaka Karya dan Merpati ada perjanjian homologasi yang harus dipenuhi dan itu mengikuti proses pengadilan.

"Jadi memang ada jalurnya yang mengatur itu, tetapi ujungnya tetap kami akan lakukan pembubaran atas BUMN tersebut," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pembubaran BUMN Masih Akan Berlanjut, Merpati Airlines dan Istaka Karya Disiapkan

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved