ADA MAFIA Minyak Goreng Ambil Untung hingga Rp 9 Miliar, Mendag Minta Maaf : 'Ada Foto Kuitansi'

Mendag menunjukkan foto kuitansi sebagai bukti dugaan adanya mafia minyak goreng ke hadapan anggota Komisi VI DPR.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/Zaini
Ratusan warga berebut antri membeli minyak curah, di oprasi pasar dan pendistribusian minyak goreng kemasan dan minyak curah di Pasar Alang-Alang Lebar KM 12 Palembang, Sabtu (5/3/2022) 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Ada tujuh fakta penting dan menarik terkait kelangkaan dan mahalnya minyak goreng.

Fakta itu diungkapkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR pada Kamis (17/3/2022).

Rapat tersebut berlangsung sekitar 6 jam dari pukul 13:57 hingga pukul 20:29.

Sebelumnya Muhammad Lutfi beberapa kali tidak menghadiri panggilan DPR karena ada kunjungan, rapat koordinasi dengan Presiden.

"Izinkan kami menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan dan anggota DPR Komisi IV, Komisi VI, dan Komisi VII. Khususnya kepada Pimpinan DPR RI karena kami tidak bisa memenuhi panggilan dari DPR RI," ujarnya saat Rapat Kerja dengan DPR Komisi VI, Kamis (17/3/2022).

Berikut 7 fakta terkait minyak goreng seperti dilansir Kompas.com dari rapat tersebut:

1. Hasil dari kebijakan DMO

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memaparkan hasil dari Domestic Market Obligation (DMO) pada 14 Februari-16 Maret 2022 dapat mengumpulkan 720.612 ton minyak sawit mentah.

Kemudian, minyak sawit tersebut berhasil disalurkan kepada rakyat sebanyak 551.069 ton atau 76,4 persen.

Hasil DMO tersebut merupakan 20,7 persen dari total rencana ekspor perusahaan sawit berupa minyak sawit mentah dan turunannya di periode yang sama, sebesar 3,50 ton.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved