Pengakuan Vetty Vera Soal Video Guru dengan Murid yang Hebohkan Prabumulih, Guru Agama Akui Khilaf

Kata Kepala Sekolah, pemukulan hanya terjadi sekali lalu diedit menjadi berkali-kali melakukan pemukulan dan kemudian disebar.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/edison
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPS Prabumulih, Drs H Subali, memperlihatkan foto mediasi guru sekolah dengan wali murid soal video viral antara guru dan murid. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPS Prabumulih, Drs H Subali, mengaku persoalan oknum guru menampar murid yang viral di media sosial saat ini telah selesai dengan mediasi antara wali murid, guru, dan siswa bersangkutan.

"Dari orangtua dan anak mengaku salah dan meminta anaknya dididik pihak sekolah hingga tamat, begitu pula pelajar yang merekam dan menyebarkan kita panggil orangtuanya dan kewajiban kita membina dan mendidik," ujar Subaku ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (16/3/2022).

Subali menuturkan, saat kejadian tersebut memang ada beberapa pelajar yang dipanggil karena memang telah beberapa kali dilakukan perjanjian agar tidak nakal dan bolos sekolah.

"Namun saat dipanggil dibina guru agama melakukan tindakan yang melanggar batas sehingga terjadilah itu (pemukulan-red)," ungkapnya.

Namun, kata Kepala Sekolah, pemukulan hanya terjadi sekali lalu diedit menjadi berkali-kali melakukan pemukulan dan kemudian disebar.

"Pelajar yang dipukul, memvideokan dan menyebar telah kami panggil bersama orangtua. Kita juga ambil handphone mereka dan ditemukan banyak video dewasa yang tak pantas untuk mereka," bebernya.

Subali mengakui ada guru memukul karena khilaf dan hanya sekali, namun di dalam video diedit menjadi berkali-kali.

"Terhadap guru akan kita lakukan pembinaan jangan sampai terulang kembali, mungkin faktor emosi. Untuk pemukulan tadi guru bersangkutan sudah kita panggil dan memang ada," lanjutnya.

Lebih lanjut, Subali mengaku, dengan peristiwa ini pihaknya bersama wali murid dan pelajar melakukan perjanjian untuk ketiga kalinya bagi para pelajar tersebut.

"Jika mereka mengulangi mereka bersedia menerima sanksi dan itu disetujui oleh orangtua," katanya seraya mengatakan pihaknya memang selalu melakukan evaluasi terhadap pelajar yang nakal dengan memanggil para orangtua.

Sementara itu, Vetty Vera yang merupakan guru yang melakukan pemukulan ketika dibincangi wartawan mengatakan dirinya mengakui melakukan pemukulan karena khilaf dan lepas kendali.

"Anak-anak yang nakal, sering bolos dan datang seenaknya siang kita lakukan pembinaan, yang bersangkutan itu sudah beberapa kali perjanjian tidak mengulangi," ujarnya.

Setelan dilakukan pembinaan kata Vetty Vera, pelajar tersebut menyepelekan dan tertawa mengejek dirinya yang saat itu memberikan beberapa kali pembinaan.

"Pelajar ini memang memang sangat nakal, bahkan pernah hampir memecahkan CCTV sekolah, karena kesal itu lalu terjadi," katanya seraya mengatakan dirinya sudah sangat sabar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved