Ramadan 2022

Apa Hukumnya Melafazkan Niat Puasa Ramadhan? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah: Orang Bimbang

Di antara hal yang dipersiapkan saat bulan puasa ialah kemantapan hati dalam beribadah termasuk niat berpuasa yang harus dilafazkan.

Penulis: Tria Agustina | Editor: adi kurniawan
YouTube
Ustaz Khalid Basalamah 

SRIPOKU.COM - Benarkah bacaan niat puasa ramadhan tidak perlu dilafazkan? Berikut ini penjelasan Ustaz Khalid Basalamah.

Puasa merupakan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim.

Ada puasa wajib di bulan Ramadhan dan puasa sunnah yang bisa dikerjakan di luar bulan Ramadhan.

Adapun saat bulan Ramadhan, puasa menjadi lebih istimewa lantaran dikerjakan selama sebulan penuh.

Di antara hal yang dipersiapkan saat bulan puasa ialah kemantapan hati dalam beribadah termasuk niat berpuasa yang harus dilafazkan.

Sebagian orang menganggap jika tidak melafazkan niat, maka puasanya dinilai tidak sah.

Lantas, apakah benar niat puasa Ramadhan tidak perlu dilafazkan?

Beirkut ini penjelasan Ustaz Khalid Basalamah yang dibagikan melalui kanal YouTube Telaga Ilmu.

Baca juga: Cara Bayar Fidyah Puasa Ramadhan, Apa Boleh Diganti dengan Uang? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Dari Hafshah ummul mukminin radhiyallahu'anha, dari Nabi Sholallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda,

"Barang siapa yang tidak berniat akan berpuasa sebelum fajar maka ia tidak sah puasanya," (HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad).

"Hadits ini diriwayatkan imam 5, At-Tirmidzi dan Nasa'i cenderung menguatkan bahwa hadits ini mauquf (cuma sampai kepada para sahabat," jelas Ustaz Khalid Basalamah.

"Namun, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban menshohihkan sebagai hadits yang marfu' (segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi)," tambahnya.

"Dan ini tentu disebutkan oleh Imam Ahmad di nomor 287, Abu Dawud 329, An-Nasa'i 196 dan 197, Imam at-Tirmidzi 108, Ibnu Majah 532, Ibnu Huzaimah 212. Hadits ini memberikan gambaran tentang pentingnya niat di dalam setiap ibadah dan niat tempatnya di dalam hati, tidak membutuhkan lafaz khusus," jelas Ustaz Khalid Basalamah.

"Dalam mazhab syafi'iyah pun masalah niat sholat dan niat sahur atau niat wudhu ini diucapkan bagi orang yang memiliki kebimbangan, dia khawatir hatinya tidak sempurna dalam niatnya, maka dia mengucapkannya," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved