Momentum Isra Miraj, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto Ajak Personil Ambil Inti & Hikmahnya

Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH mengajak personel Polri dan Pns jajaran Polda Sumsel dapat mengambil inti dan Hikmah peringatan Isra Miraj

Editor: adi kurniawan
Humas Polda
Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH bersama PJU dan Personel Polri dan Pns Satker Polda Sumsel melaksanakan peringatan Isra Miraj nabi Muhammad T.A 1443 Hijriah dimasjid Assa'adah Mapolda Sumsel Jalan Jend Sudirman Km 3,5 Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH bersama PJU dan Personel Polri dan Pns Satker Polda Sumsel melaksanakan Peringatan Isra Miraj nabi Muhammad T.A 1443 Hijriah dimasjid Assa'adah Mapolda Sumsel Jalan Jend Sudirman Km 3,5 Palembang.

Dalam sambutannya Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH mengajak personel Polri dan Pns jajaran Polda Sumsel dapat mengambil inti dan hikmah peringatan Isra Miraj 1443 nabi Muhammad Saw diantaranya dengan melaksanakan kewajiban kita perintah Sholat.

"Melalui momentum Isra Miraj marilah kita semua mengambil inti dan hikmah salah satunya dengan Sholat akan mencegah perbuatan keji dan munkar," singkatnya.

Sebelum kegiatan tersebut diawali Pembacaan kalam ilahi oleh Bripda Dhanu dengan Saritilawah Bripka Wulan.dari Satker  Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumsel

Sementara itu ustad Madyan Pramana Assudani LC, dalam ceramahnya menjelaskan " Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra Miraj pada 27 Rajab.

Baca juga: Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto Buka Pelatihan Kehumasan Bid Humas Polda Sumsel

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dan  kita pelajari dari Nabi Muhammad (saw) tentang Isra Miraj, empat di antaranya:

Pertama, dengar dan taat

Ketika Allah memberikan perintah lima puluh shalat setiap hari kepada Nabi kita Muhammad, dia tidak meminta lebih sedikit. Dia menerima perintah Allah . Dia mendengarkan dan dia taat, seperti dalam surat Al Baqarah ayat 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” jelas ustad Madyan

Mengikuti Nabi kita tercinta, kita juga harus mengadopsi sikap ini. Apa pun yang diperintahkan atau tidak dilakukan oleh Tuhan kita yang Maha Penyayang dan Nabi kita Muhammad, kita harus mendengarkan dan menaatinya kata ustadz madyan

Yang Kedua, menerima saran

 Baru setelah dinasihati oleh Nabi Musa (saw), Nabi kita Muhammad kembali memohon kepada Allah untuk mengurangi jumlah shalat. Ini menunjukkan bahwa dia  terbuka untuk menerima nasihat . Dia menerima nasihat Musa yang tulus dan penuh harapan jelasnya

Kemudian Ketiga, menunjukkan perhatian

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved