Berita OKI

Istri Divonis Tumor Otak, Suami Alami Kebutaan, Keluarga tak Mampu di Kayu Agung tak Terima Bansos

sejak sang istri mengidap penyakit diabetes melitus dan harus rela keluar masuk rumah sakit dan menjalani perawatan intensif.

Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
Dede Sri Mulyani (42), warga Kampung IV Kelurahan Kutaraya kecamatan Kayuagung kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang membutuhkan bantuan pengobatan, Selasa (8/3/2022) siang. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Cobaan yang dialami pasangan suami istri Hartoni (43) dan Dede Sri Mulyani (42), warga Kampung IV Kelurahan Kutaraya kecamatan Kayuagung kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), selama sepuluh tahun terakhir terakhir ini bisa dikatakan tak mudah.


Pasalnya, sejak sang istri mengidap penyakit diabetes melitus dan harus rela keluar masuk rumah sakit dan menjalani perawatan intensif.


Selain itu, sang suami juga tidak bisa melihat atau tunanetra sejak tahun 2014 lalu. Setelah mengalami kecelakaan sepeda motor.


Saat ditemui, Sri Mulyani tengah terbaring lemah di kamar miliknya. Dirinya menyampaikan penyakit diabetes yang diderita sejak tahun 2010 lalu.


"Sudah hampir 3 tahun terakhir kondisi drop dikarenakan penyakit saya sudah komplikasi dan rutin berobat ke rumah sakit di Palembang dan tepat bulan Januari 2022 lalu saya kembali divonis mengidap tumor otak," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (8/3/2022) siang.


Dikatakan lebih lanjut, beragam pengobatan telah dijalaninya. Mulai dari pengobatan alternatif dan medis dan rawat jalan.


"Setiap harinya saya wajib minum total 11 macam obat-obatan dan setiap minggunya anak saya selalu menyuntikkan obat diabetes. Sedangkan setiap bulan selalu kontrol di rumah sakit," terang dia.


Demi menunjang perawatan dan pengobatan, keluarga Sri Mulyani mengandalkan bantuan donatur atau orang baik di Kota Kayuagung.


"Sementara suami saya tidak bisa melihat (tunanetra) tetapi harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup dan pengobatan rutin,"


"Jangankan ongkos atau biaya untuk pengobatan rutin dan beli obat di luar rumah sakit. Untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan bayar kontrakan rumah saja kami sangat sulit," ungkapnya.


Diketahui jika dirinya telah memiliki 3 orang anak yaitu Riska Hariyanti (22), Sofian Riski Harianto (17) dan Rafunsel Febriyanti (11).


"2 anak saya masih duduk dibangku sekolah dan sampai sekarang kami tidak dapat bantuan PKH, KIP, beras raskin dan bantuan lainnya dari pemerintah," kata Sri.


Sementara itu, Hartoni berharap agar istrinya bisa terus menjalani pengobatan rutin atau pun operasi dikarenakan tumor di otaknya semakin besar dan semakin terasa sakit.


"Kondisi istri saya menghawatirkan jikalau tidak segera ditindaklanjuti," pungkasnya.


Ia juga berharap ada orang lain yang berbaik hati ikhlas mengulurkan tangan dan membantu keluarganya.


"Kami berharap bapak atau ibu sekeluarga besar, dan pemerintah dapat ikhlas membantu kami dan
tidak lelah dalam membantu maupun mendoakan kami.


Jika ada yang membantu kami sangat berterima kasih.

 

Semoga bantuan yang diberikan jadi amal ibadah, senantiasa sehat walafiat, dimurahkan rezkinya oleh Allah SWT dan semoga membalas atas bantuannya," ucap Hartoni.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved