Berita Palembang

Bank Sumsel Babel Bagikan Deviden Rp 242 M ke Pemegang Saham, Tumbuh 14,55 Persen dari tahun Lalu

Peningkatan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga 5,06 persen dan penuruan beban bunga sebesar 5,04 persen dibanding tahun 2020.

Editor: Odi Aria
Handout
Pemegang saham dan direksi Bank Sumsel Babel berfoto bersama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Wyndham, Senin (7/3/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Sumsel Babel (BSB) membagikan dividen Rp242,65 miliar tumbuh 14,55 persen (yoy) dari tahun buku 2020 Rp 211,83 miliar, dividen disetor untuk kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan share lembar saham yang dimiliki pemegang saham.


Bank Sumsel Babel membukukan laba setelah pajak tahun 2021 Rp 625,14 miliar atau tumbuh 13,33 persen (yoy) dibanding tahun 2020 sebesar Rp 551,61 miliar untuk laba bersih setelah pajak tahun 2021 naik cukup signifikan yakni Rp 485,29 miliar atau tumbuh 14,55 persen (yoy) dibandingkan tahun buku 2020  Rp423,67 miliar.


Peningkatan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga 5,06 persen dan penuruan beban bunga sebesar 5,04 persen dibanding tahun 2020.


"Laba sebagian dibagikan deviden dan sebagian lagi dijadikan modal perbankan," kata Gubernur Sumsel Herman Deru usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin (7/3/2022). 


Herman Deru berharap ke depan BSB menjadi bank yang lebih besar dan jadi bank kebanggan wong Sumsel. 


Sementara itu Dirut Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin menambahkan kinerja Bank Sumsel Babel 2021 naik cukup baik dibeberapa sektor antara lain aset tahun 2021 Rp31,63 Triliun tumbuh 12,72 % (yoy) dibanding tahun 2020 Rp 28,06 triliun. 


Dari sisi kredit tahun 2021 Rp18,92 triliun tumbuh 7,82 persen (yoy) dibanding tahun 2020 Rp17,54 triliun Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2021 Rp25,01 triliun tumbuh 18,51 persen (yoy) dibanding tahun 2020 Rp 21,10 triliun. 


DPK didominasi dana masyarakat sebesar Rp20,91 triliun meningkat 19,44 persen (yoy) dibanding tahun 2020 Rp17,51 triliun. 


Tahun ini Bank Sumsel akan mengimplementasikan digital bank sehingga nantinya nasabah yang akan membuka rekening tidak perlu lagi datang ke kantor cabang tapi cukup menggunakan gadget. 


BSB juga akan terus mengejar target sebagai bank dengan modal inti Rp 6 triliun atau target ini sudah harus bisa dicapai Rp 2025-2026 mendatang. 


"Sekarang kan bank tidak ada istilah bank buku berapa jadi hanya bank dengan modal inti saja Rp 6 triliun jadi target itu harus kita kejar dan harus optimis tercapai," kata Syamsudin

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved