Vaksin Booster

Kapan Vaksin Booster Boleh Dilakukan Setelah Positif Covid-19? Ini Ketentuan Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan menyebut pada kondisi Covid-19 asimtomatik, ringan, dan sedang, bisa divaksin minimal satu bulan setelah terkonfirmasi positif.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: pairat
Tangkapan Layar
Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Palembang saat disuntik vaksin ketiga (booster) di RSUP Dr Muhammad Hoesin, Rabu (4/8/2021). 

SRIPOKU.COM — Masyarakat sering kali bingung dengan jarak vaksin booster setelah dinyatakan positif Covid-19.

Pertanyaan "kapan boleh vaksin booster?" pun kerap dilontarkan.

Berdasarkan situs Indonesiabaik.id, Kementerian Kesehatan menyebut pada kondisi Covid-19 asimtomatik, ringan, dan sedang, bisa divaksin minimal satu bulan setelah terkonfirmasi positif.

Sementara, pada kondisi Covid-19 dengan gejala berat, vaksin booster dapat diberikan minimal tiga bulan setelah terkonfirmasi positif.

Selain itu, vaksinasi COVID-19 dosis booster dapat dilakukan secara homolog atau heterolog.

Vaksin yang diberikan adalah regimen vaksin COVID-19 yang tersedia di lapangan dan yang sudah mendapatkan EUA dari BPOM serta sesuai dengan rekomendasi dari ITAGI.

Terakhir, untuk orang yang sudah vaksinasi lengkap atau sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis 1 dan 2, bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dengan ketentuan sudah 6 bulan setelah vaksin dosis kedua.

Ketentuan vaksinasi booster usai positif Covid-19 (Indonesiabaik.id).
Ketentuan vaksinasi booster usai positif Covid-19 (Indonesiabaik.id). (Indonesiabaik.id)

Informasi ketentuan booster serupa juga dijelaskan oleh Instagram dokter Adam Prabata.

Menurut Adam Prabrata, peraturan mengenai pemberian booster vaksin Covid-19 di Indonesia sangat dinamis, menyesuaikan dengan kondisi sekaligus ilmu pengetahuan terbaru.

Lalu, kapan secara umum seseorang boleh mendapatkan booster vaksin Covid-19?

- Tiga bulan setelah mendapatkan vaksinasi dosis ke-2

Lantas, kapan booster boleh diberikan bila seseorang terkena Covid-19?

- Satu bulan setelah sembuh (Covid-19 ringan-sedang, yang hanya isoman saja termasuk kriteria ini)

- Tiga bulan setelah sembuh (Covid-19 berat)

-Tetap harus memenuhi syarat minimal tiga bulan setelah vaksinasi Covid-19 dosis ke-2

Jenis Vaksin Booster 

Mengutip sehatnegeriku.kemkes.go.id, saat ini ada enam reginem vaksin booster yang diberikan untuk masyarakat Indonesia.

Adapun keenam vaksin booster tersebut yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan vaksin Sinopharm. Pelaksanaan vaksinasi booster dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum.

Pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme antara lain Homolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya. Sementara

Heterolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Regimen dosis booster yang dapat diberikan yaitu jika vaksin primer Sinovac, maka vaksin booster bisa menggunakan tiga jenis vaksin antara lain AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml).

● Vaksin primernya AstraZeneca maka booster-nya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

● Vaksin primer Pfizer, untuk booster bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

● Vaksin primer Moderna, booster dengan menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml). Kemudian vaksin primer Janssen (J&J), maka untuk booster dengan menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml).

● Vaksin primer Sinopharm booster-nya menggunakan vaksin Sinopharm juga dengan dosis penuh (0,5 ml).

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksin booster yang digunakan berdasarkan ketersediaan di setiap daera.

“Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat. Di samping itu, vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” katanya di Jakarta, Senin (28/2).

Tata cara pemberian, tempat pelaksanaan, alur pelaksanaan dan pencatatan vaksinasi COVID-19 tetap mengacu pada Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster).

(*)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved