Berita Prabumulih

Tak Tahan Bau Warung Penjualan Ayam Potong, Emak-emak di Prabumulih 'Ngamuk' Datangi Kantor Lurah

sejumlah emak-emak di Jalan Padat Karya Perumnas Prabu Indah RT 06 RW 04 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur KotaPrabumulih ngamuk.

Editor: Odi Aria
Handout
sejumlah emak-emak di Jalan Padat Karya Perumnas Prabu Indah RT 06 RW 04 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, melapor ke lurah, Kamis (3/3/2022). 

 SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Tak tahan dengan bau kotoran dan limbah ayam yang berasal dari tempat pemotongan ayam, sejumlah emak-emak di Jalan Padat Karya Perumnas Prabu Indah RT 06 RW 04 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, melapor ke lurah.

Ibu-ibu itu mendatangi dan melapor ke Lurah Kelurahan Gunung Ibul, Fitriyadi SH untuk meminta solusi dan meminta pedagang agar dipindahkan.

Keluhan para warga itu sudah sering disampaikan baik melalui ketua RT/RW maupun langsung ke pemilik usaha pemotongan ayam, namun hal itu tidak diindahkan sang pemilik usaha.

Toko itu yakni potong ayam Razka menjual ayam potong, ayam kampung, ayam merah dan bebek yang terletak di Jalan Padat Karya tepatnya diseberang toko Mawi Motor. 

"Mediasi sudah empat kali, pertama bapak-bapak, melalui dinas terkait dan lainnya namun belim ada hasil, makanya kami datang kesini mendesak agar ditutup karena di areal perumahan bukan tempat menjual ayam potong," ungkap Maharani, satu diantara ibu-ibu ketika diwawancarai di kantor lurah Gunung Ibul.

Maharani mengaku, pemilik usaha ayam potong tersebut sudah sempat berjanji untuk mendatangi warga guna menyelesaikan persoalan tersebut namun belum ada etikat baik. "Hingga saat ini belum ada realisasi," katanya mengeluh.

Hal yang sama disampaikan Desiani yang meminta agar tempat penampungan ayam sekaligus tempat penjualan ayam potong itu dipindahkan ke tempat yang jauh dari permukiman warga.

"Karena bau, banyak lalat dan kotoran-kotoran limbah (ayam) itu kami rasakan semua. Ini kami ini berada di kiri kanan tempat pemotongan ayam itu, itukan tempat pemukiman padat malah dibuat jual unggas pasti mengganggu lah," ungkapnya.

Untuk itu Desi mengaku, pihaknya mendesak kelurahan dan pihak terkait untuk menutup tempat pemotongan dan penampungan ayam potong serta bebek ituitu karena sangat mengganggu. "Sangat mengganggu sekali makanya kami lapor Lurah minta agar bersama dinas terkait menutup usaha itu," pintanya.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Gunung Ibul, Fitriyadi SH ketika diwawancarai membenarkan kedatangan warganya tersebut sebagai bentuk protes terkait keberadaan tempat pemotongan ayam sekaligus penampungan ayam potong.

"Kami telah melakukan mediasi antara warga dengan pemilik usaha serta Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pertanian. Masalah ini sebenarnya sudah pernah dilakukan pertemuan beberapa kali antara warga dan pemilik usaha ayam dan sudah ke lokasi," katanya.

Namun masalah itu masih belum tuntas, untuk itu Fitriadi mengaku pihaknya sebagai penengah dalam persoalan itu akan kembali melakukan mediasi dan mendatangi tempat usaha itu.

"Kebetulan tempat usaha Pemotongan Ayam itu dari surat keterangan usaha (SKU) yang kami diberikan akan berakhir pada tanggal 10 Maret ini. Tentu sebelum melakukan perpanjangan akan kita evaluasi, kalau tidak memenuhi syarat tentunya tidak akan kita perpanjang SKUnya," tegas Lurah.

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved