Pembagian Bantuan di Kantor Pos Palembang Jadi Kerumunan Dinkes Imbau Salurkan Bantuan Nontunai

Kepala Seksi P2P Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menyebut, tak ada pemberitahuan dari pihak PT Pos Indonesia cabang Palembang terkait pembagian itu.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/OKI
Antrean warga saat mencairkan bantuan sosial sembako (BSS) di kantor Pos Merdeka Palembang, Rabu (2/3/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pembagian bantuan sosial sembako (BSS) di kantor pos Jalan Merdeka Palembang pada Rabu (2/3/2022) menyebabkan kerumunan.

Warga yang datang untuk mencairkan bantuan senilai Rp600 ribu tersebut pun tak sedikit yang mengabaikan protokol kesehatan di masa pandemi.

Kepala Seksi (Kasi) P2P Dinas Kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan, menyebut, tak ada pemberitahuan dari pihak PT Pos Indonesia cabang Palembang terkait pembagian bantuan yang menimbulkan keramaian dan berpotensi menjadi media penularan virus korona itu.

"Semestinya pihak PT Pos memberitahu akan ada keramaian sehingga bisa ada pengawasan dari petugas karena tim satgas Covid-19 Palembang masih ada," ujar Yudi.

Menurut Yudhi, sebaiknya mekanisme pemberian bantuan dilakukan dengan cara nontunai agar tak menimbulkan antrean panjang.

Selain itu, bantuan juga bisa didistribusikan dengan membagi kloter penerima atau tidak terpusat di satu kantor cabang saja.

"Pihak PT pos membagi dana atau apapun bentuknya sebaiknya lewat Rekening penerima atau dibagikan di cabang cabang PT pos yang lain," jelasnya.

Dia pun mengimbau penerima bantuan juga masyarakat lain untuk tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 saat beraktivitas.

Apalagi, kerumunan merupakan tempat yg sangat beriisiko untuk terjadi penularan Covid-19.

"Jangan abi protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir. Selalu terapkan 5M agar terhindar dari penularan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved