'Jangan Coba-coba Injak Tanah Minangkabau', LKAAM Geram Pernyataan Menteri Agama : Haram!

Ujaran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendadak menjadi perhatian publik saat diwawancara awak media di Pekanbaru Riau menuai kecaman

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Handout
Menteri Agama mendapat kecaman dari Masyarakat Muslim Minangkabau 

SRIPOKU.COM - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendadak menjadi perhatian publik saat diwawancara awak media di Pekanbaru Riau menuai kecaman oleh masyarakat.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar), Fauzi Bahar Dt Nan Sati, dalam videonya ia menyikapi pendapat Menteri Agama yang sudah dianggap menyalahgunakan wewenang.

"Ini telah menyalahgunakan wewenang dari bapak Presiden, kasihan bapak presiden yang sudah mempercayakan kepada dia tapi menyalahgunakan," katanya.

Oleh karenanya, pihaknya mengambil sikap atas pernyataan yang kontroversial itu dan secara tegas mengharamkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas datang ke ranah minang.

"Atas nama Ketua LKAAM, Haram untuk menginjakan kaki di tanah Minangkabau, Haram Dia," katanya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa Tanah Minangkabau adalah daerah Islam sejati sehingga sangat mengharamkan Menteri Agama untuk menginjakkan kaki di sana.

"Jadi jangan coba-coba menginjak Tanah Minangkabau. Ini Islam sejati, sudah kebangetan yang dilakukannya. Kita sebagai umat Islam menentang apa yang diberikan beliau itu tentang suara mic sama sepertu gonggongan anjing. Demi Allah, kita berjuang untuk perjuangan," tegasnya.


Pernyataan Menteri Agama tersebut dikeluarkan setelah mengikuti acara ia disodori pertanyaan sejumlah awak media yang menanyakan aturan volume suara toa masjid dan musala diatur maksimal 100 dB (desibel).


Dalam aturan terbaru Menag itu, waktu penggunaan disesuaikan di setiap waktu sebelum azan.

Namun, Yaqut mengibaratkan kebisingan suara-suara lain yang dapat menimbulkan gangguan. Yaqut mengibaratkan suara azan dengan suara anjing jika diperdengarkan secara bersahutan.

"Yang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa?," kata Yaqut.

"Suara-suara ini, apa pun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala-masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu," kata Yaqut.

Profil Menteri Agama

Yaqut Cholil Qoumas yang lebih dikenal sebagai Gus Yaqut (lahir 4 Januari 1975) adalah Menteri Agama Republik Indonesia di Kabinet Indonesia Maju sejak 23 Desember 2020.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved