Cara Daftarkan Bayi Belum Lahir Menjadi Peserta BPJS Kesehatan, Ini Syarat & Berkas Harus Disiapkan

BPJS Kesehatan yang merupakan salah satu program pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan bagi setiap warga negara Indonesia termasuk bayi.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: adi kurniawan
Tribun Batam
Pelayanan BPJS Kesehatan 

SRIPOKU.COM — Peserta BPJS Kesehatan berasal dari berbagai golongan usia dan kalangan.

Bukan hanya anak-anak dan orang dewasa saja, peserta BPJS Kesehatan juga berasal dari bayi yang belum lahir.

Hal ini sesuai dengan pengertian BPJS Kesehatan yang merupakan salah satu program pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan bagi setiap warga negara Indonesia. Bahkan, kepesertaan BPJS Kesehatan juga dari kategori bayi yang belum lahir, atau masih dalam kandungan.


Perlu diiketahu, pendaftaran bayi sebagai peserta BPJS Kesehatan tidak perlu menunggu bayi lahir atau tercatat di Kartu Keluarga (KK).

Untuk ibu hamil yang berusia 7-8 bulan, dan kebetulan sudah menjadi peserta BPJS Mandiri dan bukan peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh perusahaan, Anda juga bisa secara langsung mendaftarkan bayi Anda yang masih dalam kandungan sebagai peserta BPJS Kesehatan, yang nantinya semua biaya perawatan bayi pascamelahirkan akan ditanggung oleh BPJS.

Lantas, bagaimana cara mendaftarkan bayi yang masih dalam kandungan jadi peserta BPJS Kesehatan?

Cara daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi yang masih dalam Kandungan

Dilansir dari laman BPJS Kesehatan, menurut peraturan BPJS No 23 Tahun 2015, bayi yang masih di dalam kandungan sudah bisa didaftarkan oleh ibunya sebagai peserta BPJS Kesehatan, selambat-lambatnya 14 hari sebelum bayi lahir mulai dari usia 7-8 bulan usia kandungan.

Berkas-berkas yang diperlukan:

Fotokopi berkas-berkas di atas sebanyak masing-masing 2 lembar, dan segera daftarkan ke kantor BPJS Kesehatan setempat.

Untuk diketahui, pendaftaran BPJS Kesehatan untuk bayi yang masih dalam kandungan tidak bisa dilakukan secara online.

Berikut ini adalah persyaratan bayi yang masih dalam kandungan yang akan didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan:

1. Bayi yang bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS adalah bayi dari seorang ibu yang statusnya sebagai kelompok pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau BPJS mandiri bukan peserta BPJS perusahaan.

2. Bayi bisa didaftarkan ketika usia kandungan sudah cukup umur yang bisa ditandai dengan adanya denyut jantung dari bayi yang masih dalam kandungan dengan melampirkan surat pengantar dari dokter/bidan.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved