Lebih dari 6 Bulan Belum Divaksin Kedua, Menkes Minta Warga Vaksin Ulang

Adapun pelaksanaan vaksinasi ulang tersebut dapat menggunakan platform yang berbeda dari vaksin semula.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Syahrul Hidayat
PEJAMKAN MATA SAAT DISUNTIK --- Erik (27), salah satu pedagang Pasar Cinde Palembang yang memiliki tato di tangan kirinya ikut juga divaksin. Awal vaksin, saat petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19, pemuda ini meringis memalingkan muka dan pejamkan matanya. Erik yang berusia 27 tahun ini mengakui takut dengan jarum suntik, namun demi kesehatan dia bersama 252 pedagang Pasar Cinde Palembang menjalani vaksin Covid-19 dosis pertama, di halaman Bank Mandiri Jalan Jendral Sudirman Palembang, 

SRIPOKU.COM - Kementerian Kesehatan meminta warga yang belum mendapatkan vaksin kedua dalam waktu lebih dari enam bulan untuk melakukan vaksinasi ulang.

Aturan baru ini tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.02.06/II/921/2022 tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran yang Drop Out.

SE tersebut ditandatangani Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu pada 13 Februari 2022.

Dalam SE tersebut, Kemenkes menyebutkan, hingga 12 Februari 2022, vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah diberikan pada 188.168.168 masyarakat.

Namun, vaksinasi dosis kedua baru sekitar 135.537.713 orang.

Untuk itu, diperlukan upaya untuk segera melengkapi vaksinasi primer bagi masyarakat yang belum mendapatkan dosis kedua (sasaran drop out).

Adapun pelaksanaan vaksinasi ulang tersebut dapat menggunakan platform yang berbeda dari vaksin semula.

Kemudian, bagi sasaran yang mengalami drop out dalam rentang waktu kurang dari enam bulan dapat diberikan vaksin dosis kedua dengan platform yang berbeda sesuai ketersediaan di masing-masing daerah.

Kemenkes mengatakan, lantaran saat ini vaksin Sinovac yang didistribusikan jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 8-11 tahun, sasaran yang drop out dapat menggunakan vaksin dengan platform berbeda yang tersedia untuk melengkapi dosis keduanya dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired date terdekat.

Terakhir, Kemenkes mengatakan, ketentuan tersebut sesuai dengan rekomendasi ITAGI tanggal 11 Februari 2022.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved