Diet
Tips Turunkan Berat Badan Tanpa Mengkonsumsi Nasi, 10 Makanan Ini Bisa Bikin Diet Berhasil!
Untuk menjaga berat badan, kamu bisa makan makanan pengganti nasi yang mengenyangkan sekaligus bisa membantu menurunkan berat badan.
Penulis: Monalia Aninda Aryani | Editor: Fadhila Rahma
SRIPOKU.COM - Banyak orang Indonesia beranggapan jika belum mengkonsumsi nasi, maka diibaratkan belum makan.
Padahal mereka sudah makan bakso, mie ayam atau roti sekalipun, masih saja nasi menjadi santapan terakhir.
Hal ini mungkin terjadi karena mereka diajarkan mengkonsumsi nasi dari kecil.
Sehingga berfikir bahwa tidak ada yang bisa menggantikan nasi dikehidupan sehari-hari.
Berhenti makan nasi bukan berarti kamu sama sekali tidak memakan makanan yang mengandung karbohidrat, ya!
Untuk menjaga berat badan, kamu bisa makan makanan pengganti nasi yang mengenyangkan sekaligus bisa membantu menurunkan berat badan.
Karena dengan menjalankan diet tanpa nasi dalam seminggu saja bisa menghilangkan bobot sebanyak 3-5 kg.
Berikut 10 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet, dirangkum Sripoku.com dari Nova melalui Resephariini.
1. Pasta
Menu makan diet yang satu ini memang belum populer di Indonesia.
Mungkin hanya beberapa orang saja yang tau dan sudah terbiasa mengkonsumsinya. Padahal pasta ini sangat baik dikonsumsi sebagai menu makan diet pagi, siang atau malam yang sehat.
Pasta yang mengandung nutrisi asam folat hingga lemak yang jumlahnya sangat rendah serta Indeks Glikemik sebesar 4,1 saja sangat tepat dikonsumsi oleh tubuh.
2. Oats
Oats terbuat dari gandum utuh yang kaya akan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan. Oats yang mentah, mengandung 66 % karbohidrat dan 11 % di antaranya adalah serat.
Berbeda dari nasi yang tidak dianjurkan untuk penderita diabetes, oats dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol di tubuh.
Hal ini menjadikan oats sebagai makanan pengganti nasi yang sehat.
Baca juga: 5 Rekomendasi Menu Diet untuk Sarapan Pagi, Dapat Menurunkan Berat Badan dan Rendah Kalori
3. Sukun
Sukun sering kita jumpai sudah diolah menjadi keripik serta kue.
Rasanya yang manis dan gurih membuat banyak yang menyukainya.
Untuk diet, sebaiknya sukun cukup di kukus dan direbus saja. Sehingga nutrisi yang terkandung didalamnya tetap terjaga dan aman dikonsumsi.
Kandungan flavonoid didalamnya sangat baik dikonsumsi karena dapat menjaga kesehatan ginjal dan jantung.
Kadar Indeks Glikemik nya pun rendah walaupun rasanya manis, jadi tetap aman dikonsumsi bagi penderita Diabetes dan Obesitas.
4. Jagung
Selain padi, jagung juga salah satu hasil pertanian yang cukup populer di Indonesia.
Jagung seringkali menjadi makanan pokok yang juga sering dijadikan sebagai menu makan ketika menjalankan diet nasi. Untuk menu diet, jagung ini bisa diolah menjadi jagung rebus, jagung kukus serta nasi jagung.
Untuk mengurangi rasa asin, manis dan pedas, sebaiknya jagung direbus atau dikukus begitu saja tanpa ada bumbu lain yang menemaninya.
Kandungan antioksidan, serat, vitamin B, mineral dan fruktosa pada jagung sangat baik dikonsumsi oleh tubuh.
Apa lagi Indeks Glikemik pada jagung hanya 55-60 saja, jadi cocok sebagai menu makanan pengganti nasi yang baik dan sehat ketika diet rendah kalori dan karbohidrat.
5. Singkong
Singkong merupakan salah satu menu makanan pengganti nasi yang paling baik.
Terbukti dari zaman dahulu banyak orang yang mengkonsumsi singkong untuk pengganti nasi.
Untuk menu makan diet sebaiknya singkong cukup direbus saja jangan digoreng dalam minyak.
Kreasikan singkong rebus menjadi jajanan pasar tradisional seperti tiwul, sredek, gethuk, cetot dan lain sebagainya.
Tapi kalau ingin praktis direbus saja juga sudah enak loh. Silahkan cari singkong yang kulit luarnya berwarna pink agar rasanya empuk dan merekah.
Singkong sangat baik dikonsumsi dan bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat karena kandungan seratnya yang cukup tinggi.
Karbohidrat kompleks yang terkandung di dalam singkong bila dikombinasikan dengan Indeks Glikemik cukup rendah yaitu kurang dari 55 saja.
6. Kentang
Kentang yang mengandung vitamin c, serat dan kalori (rendah) patut dikonsumsi ketika menjalankan diet nasi putih.
Walaupun kentang memiliki Indeks Glikemik yang cukup tinggi namun kentang lebih baik dari pada nasi.
Anda bisa mengkonsumsi kentang dengan direbus dengan dimakan begitu saja ataupun dengan dilumatkan menjadi sebuah bubur kentang.
Tapi, berdasarkan studi pada pasien ileostomy yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition, kentang yang baru dimasak memiliki jumlah pati resisten lebih sedikit, lebih rendah dari kentang yang sudah didinginkan.
Untuk mendapatkan manfaat terbaik kentang, masak bersama kulitnya untuk meningkatkan serat dan asupan antioksidan.
Hal ini juga dapat memperlancar pencernaan.
7. Ubi Jalar
Pasti sudah anda ketahui bahwa banyak jenis ubi jalar yang ada di Indonesia. Mulai dari ubi jalar putih, ubi jalar kuning dan ubi jalar ungu.
Rasanya yang enak, membuat ubi jalar gampang di olah menjadi makanan yang lezat. Mulai dari ubi goreng, ubi panggang, ubi rebus, kolak ubi, kolak biji salak, puding, kue/bolu/cake, keripik dan masih banyak lainnya.
Di Amerika, ubi jalar yang dikenal dengan nama Sweet Potato dinobatkan sebagai makanan yang memiliki nutrisi lengkap.
Kandungan baik dalam ubi yang patut anda ketahui adalah fosfor, kalsium, betakaroten, vitamin A, vitamin C, vitamin B1, zat besi, protein, lemak, air dan karbohidrat. Indeks Glikemik Ubi Jalar ini juga termasuk rendah yaitu hanya 54 saja sehingga lamban diserap sebagai gula darah.
Telebih ubi jalar yang merupakan makanan diet pengganti nasi ini memiliki fungsi dapat mencegah konstipasi.
Dengan ini, ubi jalar pun sangat cocok untuk menurunkan berat badan dengan sehat dan alami.
8. Pisang
Pati resisten dianggap sebagai bentuk serat makanan, menolak untuk diserap sepenuhnya oleh tubuh kita.
Ini berarti bahwa, makanan tinggi pati resisten dapat membantu dalam mengelola kadar gula darah dan mengurangi penyerapan kalori.
Mereka juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan bakteri baik karena pati dapat dianggap sebagai prebiotik.
Pisang yang tak terlalu matang mengandung pati resisten lebih kuat dibandingkan dengan pisang matang, mengonsumsi pisang yang masih sedikit hijau bisa menjadi sumber kesehatan yang lebih baik. Selain itu, menjadi cara sehat mengonsumsi karbohidrat.
9. Kacang Merah
Kacang merah yang dimasak, mengandung 22,8 % karbohidrat dalam bentuk pati dan serat. Makanan yang sering dimasak dalam bentuk sup ini, juga kaya akan kandungan protein.
Berbagai kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya pun membuat kacang merah, dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi risiko kanker usus besar.
10. Papeda
Papeda yang merupakan makanan wajib bagi ini sangat mengeyangkan. Dibuat dari sagu yang dimasak dengan air hingga mengental sangat cocok dimakan untuk mengganti nasi dalam diet anda.
Walaupun harus ada teknik khusus ketika memakannya, namun papeda layak masuk ke dalam daftar menu makan sehat saat diet anda.
Eits, tapi tunggu ini bukan yang dimaksud dengan papeda yang suka dijajakan dijananan anak-anak ya!

Baca juga: 5 Jenis Makanan dengan Sumber Karbohidrat yang tidak Merusak Diet Keto: Ada Sayur dan Buah