Kisah Minarti Yatim Piatu di Muara Enim yang Rumahnya Dikelilingi Tanah Sisa Galian Kolam Retensi

Kisah seorang perempuan di Muara Enim yang rumah kumuhnya dikelilingi tanah galian sisa kolam retensi.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/ardani
Kediaman Minarti, seorang yatim piatu di Muara Enim, yang dikelilingi tanah galian sisa kolam retensi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Rumah berdinding papan, beratap seng berukuran sekitar 8 x 5 meter terlihat sudah condong akibat dimakan usia.

Lantai semennya terlihat retak-retak.

Tidak ada barang berharga dirumahnya, hanya ada beberapa lemari kayu yang juga sudah dimakan usia.

Selain itu, di kanan kiri rumahnya terlihat tumpukan timbunan tanah bekas galian proyek Kolam Retensi yang menambah deritanya.

Sebab setiap musim hujan air disertai lumpur selalu mengenangi rumahnya sehingga menjadi pekerjaan rutin untuk membersihkannya.

Bahkan sumur gali miliknya ikut juga rusak akibat timbunan tanah galian.

Itulah sekilas gambaran kondisi tempat tinggal Minarti (27), warga RT 03, RW 03, Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim ini.

Sebenarnya rumahnya masih berada ditengah kota Muara Enim.

Bahkan berjarak hanya sekitar 500 meter dari rumah dinas Wakil Bupati Muara Enim.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Namun, untuk menuju ke rumahnya hanya bisa dilalui dengan jalan setapak dari tanah sekitar 100 meter.

Bahkan ketika akan menuju ke rumahnya harus melewati jembatan darurat terbuat dari besi bekas atap sepanjang lima meter. 

Diceritakan Minarti yang didampingi keponakannya Akbar (16) bahwa dirinya mempunyai empat saudara.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved