Kapok Akan Asuransi, Ibu Dua Anak di Baturaja Lebih Pilih Investasi Emas

Warga Baturaja banyak yang beralih investasi ke emas dengan pertimbangan menabung emas harganya terus bergerak naik.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Refly Permana
sripoku.com/leni
Pelanggan toko emas SB Indah Pasar Baru Baturaja Jumat (11/2/202). 

Laporan wartawati Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Warga Baturaja banyak yang beralih investasi ke emas dengan pertimbangan menabung emas harganya terus bergerak naik dan tidak akan pernah merugi.

Seperti dituturkan Ny Ita (55), kondisi  saat ini memang harus berhati-hati menginvestasikan uang karena pertumbuhan ekonomi belum stabil selama ada pandemi Covid-19.

Bila dana disimpan ditempat yang kurang pas dikahwatirkan uang tidak akan kembali.

“Yang paling aman itu investasikan di emas saja, walaupun perkembangannya tidak pesat namun tidak akan rugi,” kata Ita.

Ibu dua anak ini mengaku sudah mencoba menabung atau investasi untuk dana pendidikan anaknya, namun ujung-ujungnya kecewa.

Apalagi mengikuti prorgam-prgram seperti dana pendidikan di beberap asuransi yang menjanjikan bisa menjamin  dana pendidikan anak.

Nyatanya ada banyak asuransi yang terdampak Covid-19,disaat mau mencairkan dananya tidak ada harus menunggu tanpa ada kepastian.

Bahkan ada juga satu asuransi ternama  yang betul-betul mengecewakan.

"Saya benar-benar kapok, dulu agen asuransi menjanjikan invetasi dengan bonus kesheatan, kalau sudah jatuh tempo dana bisa cair Rp 100 juta , tapi nyatanya  hanya dikisaran Rp 20 jutaan,” kata Ny Ita dengan nada  jengkal.

Itulah sebabnya, wanita yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini  mulai beralih investasi ke emas karena lebih terjamin, apabila takut hilang atau dicuri bisa dititipkan di box deposit di bank.

Sementara itu pemilik Toko Emas SB Indah, Damanhuri , menyebutkan sejak bulan Ramadhan tahun lalu harga emas cendrung stabil diangka Rp 5 juta/ suku (6,7 gram).

Meskpun ada kenaikan namun tidak terlalu signifikan, menurut ayah dua anak ini harga emas dipengaruhi oleh harga emas di Amerika.

Sedangkan transaksi emas beberapa bulan belakangan lebih didominasi oleh costumer yang menjual. Perbandinganya 10 banding 2 ( beli 10 sku terjual 2 suku), namun Daman mengaku tetap melayani bagi yang ingin menjual emasnya karena sebagian besar adalah pelanggan tetap.

Apalagi pelanggan memang niat membeli emas memang untuk menabung dan hanya sesekali saja dipakai.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved