Berita Kriminal: Jatanras Polda Sumsel Amankan Puluhan Remaja, 3 Pemuda Jadi Tersangka Pengeroyokan

Tiga dari puluhan pemuda yang ditangkap tim Jatanras Polda Sumsel tetapkan tersangka karena diduga merupakan dalang dari pelaku penganiayaan

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/OKI Pramadani
Tiga dari puluhan pemuda yang ditangkap tim Jatanras Polda Sumsel menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena diduga merupakan dalang dari pelaku penganiayaan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tiga dari puluhan pemuda yang ditangkap tim Jatanras Polda Sumsel menjalani pemeriksaan lebih lanjut karena diduga merupakan dalang dari pelaku penganiayaan.

Ketiga pemuda ini diduga merupakan pelaku yang melukai bagian pundak pengendara yang terjadi didaerah Plaju Palembang.


"Selain kita berikan pembinaan, ada juga tiga pemuda yang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga terlibat pidana yang menyebabkan orang luka," ujar Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika didampingi Kanit I Kompol Willy Oscar, serta Katim Aipda Kelvin Marley. 


Ia mengatakan, total ada 20 pemuda yang diamankan pada tadi malam, Kamis (10/2/2022).


Selain menyebabkan korban luka, aksi puluhan pemuda itu juga sempat viral di sosial media. 


"Setelah kita mendapat informasi dan korban membuat laporan, maka langsung kita tindaklanjuti untuk kemudian dilakukan penangkapan," ujarnya. 


Adapun tiga pemuda yang diduga ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan diketahui berinisial JD (16) Wahyu (22) dan RY (16). 


Dihadapan petugas, JD mengakui dirinya adalah orang yang melukai korban dengan pedang. 


"Memang yang nebas (korban) itu saya. Tapi sebenarnya saya terpaksa karena saat itu saya ada di posisi sendirian, terus didekati sama mereka (rombongan korban). Saya panik, makanya saya tebas ke arah mereka dan kena korban," ujarnya. 


JD mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika dia dan sekitar 20 orang temannya sedang berkeliling menggunakan sepeda motor di kawasan Plaju Kota Palembang. 


Namun di jalan mereka tanpa sengaja bertemu dengan rombongan korban yang diperkirakan berjumlah 30 orang. 


Rombongan korban dikatakannya hendak tawuran dengan rombongan lain. 


"Waktu mereka mau tawuran sama kelompok lain, terus melempar malah kena ke kami, salah sasaran. Kami turun dari motor terus dikejar mereka pakai pedang, ya kami lari," ujarnya. 


Karena tjdak terima mendapat perlakuan tersebut, JD dan teman-temannya lalu bergegas pulang ke rumah untuk mengambil senjata masing-masing. 


Mereka lalu kembali mencari rombongan korban dan setelah bertemu masih di kawasan Plaju, perkelahian pun tak bisa dihindari. 


"Korban yang saya tebas itu juga bawa pedang. Jadi kami sama-sama pegang senjata. Tapi memang saya yang tebas dia, soalnya itu tadi, saya panik hampir dikeroyok sama mereka," ujarnya. 


Selain pedang, JD dan rekan-rekannya juga menggunakan senjata tajam lain diantaranya parang hingga celurit. 


Barang bukti tersebut berhasil diamankan masing-masing di rumah RY dan kontrakan Wahyu. 


"Karena mereka lagi di kontrakan saya, jadinya senjata itu dititip kesana. Memang di kontrakan sering jadi tempat nongkrong kami," akuinya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved