Menangkal Hukum Rimba

Tidak efektifnya peraturan hukum tentunya diakibatkan profesionalitas dan integritas aparat penegak hukum masih berada dalam fase yang belum memuaskan

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Muhammad Syahri Ramadhan, S.H.,M.H Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya 

Tidak efektifnya peraturan hukum tentunya diakibatkan profesionalitas dan integritas aparat penegak hukum masih berada dalam fase yang belum memuaskan.

Prosedur penanganan kasus hukum di Indonesia masih berbelit–belit.

Mulai dari pelaporan di kepolisian hingga proses vonis hakim di pengadilan, semuanya harus dilalui dengan waktu yang tidak sebentar.

Hal itu pun tidak menjadi jaminan bahwa hasil tersebut akan memenuhi rasa keadilan bagi para pihak yang bersengketa.

Belum lagi, masih ada beberapa oknum aparat penegak hukum yang bermain api di balik kasus perkara seperti adanya gratifikasi, pungli, dan sejenisnya.

Tentunya menambah duka terhadap lemahnya penegakan hukum saat ini.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Faktor yang kedua yaitu faktor ikut–ikutan.

Tidak dapat dipungkiri mencari pelaku yang melakukan main hakim sendiri, tidak semudah dengan kasus kejahatan pada umumnya.

Hal ini dikarenakan banyaknya orang yang terlibat dalam kasus penganiayaan secara ber-jamaah tersebut, kemungkinan untuk ditetapkan menjadi tersangka atas kasus tersebut dianggap kecil.

Jangan heran jika sering sekali dilihat oknum yang terlibat dalam kasus penganiayaan ter-sebut dapat berjumlah belasan bahkan puluhan orang.

Faktor yang ketiga ialah tingginya emosional sehingga mudah untuk terprovokasi.

Menurut Data Statistik Hoaks Agustus 2018-31 Maret 2020, yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia terdapat 5.156 temuan info hoaks (eppid.kominfo.go.id).

Tingginya jumlah kasus temuan ini tentu bukanlah berita yang membahagiakan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved