Mengenal Varian VB Jenis Baru dari HIV, Disebut Lebih Mematikan Jika Tak Cepat Disadari

Belum selesai dengan HIV AIDS, sejumlah peneliti menemukan varian baru dari HIV yang disebut varian VB.

Editor: Refly Permana
ISTIMEWA
Ilustrasi HIV 

SRIPOKU.COM - Human immunodeficiency virus (HIV) masih menjadi salah satu momok menakutkan untuk manusia.

Jika sudah berkembang menjadi AIDS, maka sangat sulit untuk diobati.

Apalagi, hingga detik ini, obat HIV AIDS belum ditemukan.

Belum selesai dengan kasus yang lama, sejumlah peneliti menemukan varian baru dari HIV yang disebut varian VB.

HIV menginfeksi dan menghancurkan sel-sel kekebalan yang disebut sel CD4 di dalam tubuh dan menyebabkan jumlah sel menjadi turun drastis.

Jika tak diobati, infeksi kemudian berkembang menjadi AIDS.

Pada orang yang terinfeksi varian VB, jumlah CD4 turun sekitar dua kali lipat dibandingkan orang yang terinfeksi dengan jenis HIV yang terkait erat, yakni dari subtipe genetik yang sama (B). B

Mengutip Science Alert, Jumat (4/2/2022) tanpa pengobatan, infeksi varian VB kemungkinan akan berkembang menjadi AIDS rata-rata dalam waktu dua sampai tiga tahun setelah diagnosis HIV awal.

Sementara pada HIV varian lainnya, perkembangan terjadi rata-rata sekitar enam hingga tujuh tahun setelah diagnosis.

"Kami menemukan bahwa rata-rata, individu dengan varian ini diperkirakan akan berkembang dari diagnosis menjadi 'HIV lanjut' dalam sembilan bulan," ungkap Chris Wymant, penulis pertama dan peneliti senior di genetika statistik dan dinamika patogen di University of Oxford.
Kondisi itu terjadi jika mereka tidak memulai pengobatan sesegera mungkin.

Perkembangan penyakit juga akan lebih cepat terjadi jika seseorang didiagnosis pada usia tiga puluhan.

Untungnya dalam penelitian mereka, tim peneliti menemukan bahwa obat antiretroviral yang digunakan untuk pengobatan standar HIV, bekerja dengan baik terhadap varian VB layaknya versi virus lainnya.

"Untuk seseorang yang berhasil dalam pengobatan, penurunan sistem kekebalan dan penularan virus ke orang lain dihentikan," kata Wymant.

Mendeteksi varian VB Wymant dan ahli epidemiologi penyakit menular Christophe Fraser, penulis senior studi yang tergabung dalam proyek BEEHIVE berusaha untuk memahami biologi, evolusi, dan epidemiologi HIV.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved