FAKTA Sebenarnya Mengapa Pengedar Narkoba Sering Menggunakan Bungkus Teh Saat Beraksi, China Protes
Jika diperhatikan, beberapa pengedar narkoba kerap kali menggunakan bungkus teh saat beraksi. Lantas, seperti apa fakta sebenarnya?
Penulis: Oki Pramadani | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Oki
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jika diperhatikan, beberapa pengedar narkoba kerap kali menggunakan bungkus teh saat beraksi.
Bungkus teh tersebut terdapat tulisan menyerupai aksara China sehingga kerapkali disebut teh China.
Lantas, seperti apa fakta sebenarnya?
Kemasan teh yang kerap kali digunakan pengedar nakorban bertulisan teh Quan Ying Wang.
Kemasan ini diguanakn sebagai tempat penyimpanan narkoba dengan tujuan bisa mengelabui polisi.
Dari bererapa kali kasus narkoba yang dikungkap Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel tidak jarang kemasan itu dari kemasan teh tersebut.
Termasuk juga narkoba seberat 16 kilogram yang baru saja diungkap Ditresnakroba Polda Sumsel di Perbatasan Jalan Pintas Jambi-Sumsel atau tepatnya di Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Muba.
Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono, mengatakan kalau kemasan teh Quan Ying Wang bukanlah kemasan teh yang berasal dari negara China, melainkan dari Myanmar.
"China sempat memprotes kenapa kemasan teh yang sering dijadikan pengedara sebagai pengemas narkoba jenis sabu sering dikatikan bahwa teh tersebut dari China," ujar Heri, Jumat (4/2/2022).
Sering kali pengedar membungkus narkoba jenis sabu tersebut membungkus dengan kemasan teh Quan Ying Wang, Heri mengatakan, jika teh tersebut memang berasal dari sindikat Myanmar.
"Khususnya narkoba yang dibawa dari Aceh itu bisanya sindikat dari Myanmar," ungkapnya.
Ia menjelaskan, masih digunakan teh tersebut dengan kemasan teh dari Myanmar lantaran sindikat dari negara tersebut belum terungkap.