Mandiri Inhealth Jelaskan Sebab Premi Kerap Naik Tiap Tahun, Semua Tergantung Loss Ratio Claim

Disinggung premi yang harus dibayar peserta kerap naik setiap tahun, dia mengatakan perusahaan akan menghitung loss ratio claim.

Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Provider gathering Mandiri Inhealth memberikan award kepada provider terpilih dengan kriteria rumah sakit performance terbaik tahun 2021 yang diperoleh oleh RS RK Charitas, RS Siloam Hospital Sriwijaya, RS Hermina Palembang dan banyak kategori award lainnya. 

Penulis: Hartati

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air ikut berkontribusi mendukung kesadaran masyarakat pentingnya kesehatan. 

Begitu juga dengan perusahaan yang semakin sadar bahwa pegawai adalah aset yang harus dilindungi sehingga mereka juga mendaftarkan pekerjanya ikut asuransi kesehatan. 

Mandiri Inhealth mencatat ada kenaikan jumlah peserta asuransi dari tahun ke tahun sehingga saat ini total ada 22 ribu peserta asuransi yang ke semuanya berasal dari perusahaan. 

Direktur Operasional Mandiri Inhealth, Oni Jauhari, mengatakan sampai dengan akhir Desember 2021 terdapat lebih dari 1.676 badan usaha, baik BUMN maupun badan usaha swasta dan 1,8 juta peserta yang sudah memperoleh perlindungan produk asuransi kesehatan dan jiwa dari Mandiri Inhealth

Market share asuransi Mandiri ditargetkan lebih dari 30 persen tahun ini. Ke depan akan terus membidik kepesertaan lainnya karena masih banyak peluang yang ada karena kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi juga semakin baik. 

Disinggung premi yang harus dibayar peserta kerap naik setiap tahun, dia mengatakan perusahaan akan menghitung loss ratio claim.

Kalau perhitungannya masih bagus maka premi tidak akan naik. Tapi jika perhitungan loss rationya lebih besar klaim maka bisa saja akan ada kenaikan premi. 

"Selama pandemi loss ratio claim masih bagus dan terjaga dengan baik," ujarnya ditemui di sela Provider Gathering di hotel Novotel, Rabu (2/2/2022). 

Kepala Kantor Operasional Mandiri Inhealth Palembang, Msy Fadilla Febriyanti, mengatakan klaim pengobatan yang paling banyak digunakan peserta yakni untuk pembiayaan penyakit hipertensi dan konsultasi kehamilan juga persalinan selama masa pandemi. 

Mandiri Inhealth kini juga beradapsi dengan kebiasaan baru selama pandemi dengan meningkatkan kualitas layanan dari provider seperti digitalisasi klaim, pendaftaran yang cepat melalui QR code, e-formularium obat InHealth dan juga aplikasi fitAja yang dapat memudahkan Peserta dalam proses pengobatan. 

"Mandiri Inhealth kantor operasional Palembang didukung oleh provider yang terdiri dari provider RS, apotek, klinik, dokter umum, dokter gigi, serta laboratorium.

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi seluruh peserta Mandiri Inhealth yang tersebar di seluruh Sumatera Selatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal," kata Msy Fadilla.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved