Advertorial

Di Usia Satu Tahun, Laba BSI (Bank Syariah Indonesia) Lampaui Target dan Tumbuh 38 Persen

Raihan impresif itu sejalan dengan konsistensi BSI dalam membangun pondasi, tranformasi digital dan pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

Editor: Sudarwan
Dok BSI
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) BSI Hery Gunardi (tengah) didampingi Direktur Information Technology BSI Achmad Syafii (paling kiri), Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar (dua dari kiri), Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho (empat dari kiri), Direktur Risk Management BSI Tiwul Widyastuti (lima dari kiri) dan Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi diskusi (lima dari kanan) diskusi bersama saat Press Conference Pemaparan Kinerja PT Bank 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) di tahun pertama sejak merger pada Februari 2021 menorehkan kinerja positif, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp3,03 triliun naik 38,42 persen secara year on year (YoY).

Raihan impresif itu sejalan dengan konsistensi BSI dalam membangun pondasi, tranformasi digital dan pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

 

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) Hery Gunardi menyampaikan pihaknya akan terus berkomitmen menjaga kinerja yang terus bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Kami akan terus fokus menumbuhkan bisnis syariah yang berkelanjutan dan sehat, mengedepankan fee based dan akselerasi digital, serta membangun pondasi yang kokoh untuk pengembangan ekosistem halal di Indonesia dan kancah global. Pembukaan kantor representatif BSI Di Dubai di awal tahun ini akan menjadi kado istimewa dan hub bagi perbankan syariah nasional.”


Hery menjelaskan kinerja BSI yang gemilang di tahun pertamanya disokong oleh pembiayaan yang tumbuh dan sehat di semua segmen yaitu konsumer, korporasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), gadai emas hingga kartu pembiayaan.

Perseroan pun mampu mengoptimalkan penghimpunan dana murah.

Kinerja apik itu tak lepas pula dari akselerasi digitalisasi yang dilakukan perseroan.


Hery menyebut total penyaluran pembiayaan mencapai Rp171,29 triliun atau naik sekitar 9,32 persen secara YoY dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp156,70 triliun.

Rinciannya, pembiayaan konsumer mencapai Rp82,33 triliun, naik sekitar 19,99 persen secara YoY dari sebelumnya yang sebesar Rp 68,61 triliun.


Disusul pembiayaan gadai emas yang bertumbuh 12,92 persen secara YoY.

Sementara itu pembiayaan mikro tumbuh 12,77 persen dan pembiayaan komersial tumbuh 6,86 persen.

Dari sisi kualitas pembiayaan, BSI mencatatkan NPF Nett yang membaik menjadi 0,87 persen pada Desember 2021.


“Akselerasi digital menjadi kunci kami untuk terus bergerak mengikuti perubahan perilaku nasabah yang serba dinamis, cepat dan aman. Kami ingin mempertahankan dan terus menumbuhkan kinerja positif ini ke depan. Sehingga kami bisa menjadi tokoh utama dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Dengan hadirnya BSI, ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, namun menjadi salah satu pondasi utama perekonomian Indonesia,” ujar Hery optimistis.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved