Nasib Edy Mulyadi, Katain Prabowo Macan Mengeong & Kalimantan Tempat Buang Jin, Polri Kirim SPDP

Berdasarkan hasil gelar perkara oleh penyidik, disimpulkan bahwa perkara ujaran kebencian oleh EM telah ditingkatkan statusnya dari tahap penyelidikan

Editor: Yandi Triansyah
Istimewa/handout
Edy Mulyadi 

SRIPOKU.COM - Polri sudah gelar perkara terhadap kasus dugaan ujaran kebencian yang melibatkan Edy Mulyadi.

Hasilnya polisi menaikan kasusnya ke tahap penyidikan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Menurut dia, hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik menaikan statusnya dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

"Berdasarkan hasil gelar perkara oleh penyidik, disimpulkan bahwa perkara ujaran kebencian oleh EM telah ditingkatkan statusnya dari tahap penyelidikan ke penyidikan," kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Dedi mengatakan pihaknya sudah memeriksa 20 saksi yang terdiri dari 15 saksi dan 5 saksi ahli sebelum melakukan gelar perkara.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri juga sudah mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap Edy Mulyadi.

"Hari ini Bareskrim telah mengirimkan dua tim ke Polda Kaltim dan Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di wilayah tersebut, termasuk terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang berada di Jakarta," ucapnya.

Baca juga: Dikatain Macan Mengeong, Prabowo tak Tinggal Diam ke Edy Mulyadi : Sudah Ada yang Urus

Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan barang bukti yang telah disita ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Proses penanganan kasus disebut terus berlanjut.

Dalam kasus ini, Edy dipersangkakan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP yang mengatur terkait Penyebaran Berita Bohong.

Kemudian, Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur terkait penghinaan dan ujaran kebencian, Pasal 156 KUHP tentang Tindak Pidana kebencian atau Permusuhan Individu dan atau Antargolongan (SARA).

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, semua laporan polisi kepada Edy Mulyadi (EM) akan didalami oleh Bareskrim Polri.

Adapun pelaporan ini buntut dari pernyataan Edy saat mengkritik lokasi Ibu Kota Negara (IKN).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved