Breaking News:

Tim Lebah Mengakhiri Persembunyian Tersangka Curanmor Asal Indramayu

Agus Triwansah (26) warga Desa Indramayu Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim mengakhiri persembunyiannya.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/ari
Agus Triwansah (26) warga Desa Indramayu Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim mengakhiri persembunyiannya di tangan polisi. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Agus Triwansah (26) warga Desa Indramayu Kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim mengakhiri persembunyiannya di tangan polisi.

Lantaran tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) sempat buron selama 11 bulan, kini tercium oleh Tim Lebah Polsek Tanjung Agung, Rabu (12/1/2022) sekira pukul 17.00 lalu.

Agus diamankan dikediamannya tanpa perlawanan bersama barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 dan 1 bilah parang, guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto SIk MSi melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Feri Ferdayanto SE, Jumat (14/1/2022) mengatakan, tersangka merupakan daftar pencarian orang (DPO) kejadian curanmor pada 26 Februari 2021 lalu di Talang Tinggi Sidodadi Dusun V Desa Padang Bindu.

Tersangka mencuri sepada motor Yamaha Mio M3 milik korban Karsino (23) warga Desa Padang Bindu, Kecamatan Panang Enim.

Awal diketahuinya pencurian tersebut,  ketika korban berangkat dari rumahnya untuk pergi ke kebun di Talang Sawah Sidodadi Dusun V Desa Padang Bindu.

Setelah satu minggu bermalam di kebun, korban pulang kerumahnya yang berada di Talang Tinggi.

Ketika tiba dirumahnya korban kaget karena melihat 1 unit Yamaha Mio M3 miliknya sudah raib yang sebelumnya berada di ruang keluarga.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 17 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjung Agung. 

Setelah melakukan penyelidikan anggota mengantongi indentitas tersangka yang akhirnya anggota dapat informasi bahwa tersangka sedang berada dirumahnya.

Kemudian, tersangka berhasil diamankan tanpa pelawanan beserta barang curian dibawah sebagai barang bukti pemeriksaan.

Atas perbuatan tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP pidana dengan ancaman tujuh tahun penjara. (ari)

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved