Breaking News:

BMKG Jelaskan Patahan Naik Picu Gempa di Banten M 6,7 Pernah 8 Kali Gempa & Terjadi Tsunami 30 Meter

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, gempa dengan titik lokasi di laut tersebut berjarak 52 km arah kota Pandeglang dengan kedalaman 40 km.

BMKG
Gempa di Banten tak mengakibatkan Tsunami pada 14 Januari 2022 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah terjadi gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 di Selatan Banten pada Jumat (14/1/2022) pukul 16:05:41 WIB.

Titik gempa pada 7.01 LS dan 105.26 BT atau 52 km barat daya Sumur, Banten.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, gempa dengan titik lokasi di laut itu  berjarak 52 km arah kota Pandeglang dengan kedalaman 40 km.

Gempa Banten itu terjadi di sekitar Selat Sunda keras mengguncang sampai Jakarta.

"Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi."

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," tutur Dwikorita dalam jumpa pers virtual, Jumat (14/1/2022) petang.

Gempa terjadi karena lempeng Samudera Indo-Australia bertabrakan dengan Lempeng Benua Eurasia.

Lokasi tabrakan ada di bawah Pulau Jawa.

"Akibat aktivitas subduksi Lempeng Samudera Indo-Australia menghunjam ke bawah Lempeng Benua Eurasia, atau tempatnya ke bawah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara," kata Dwikorita.

Gempa bumi yang mengguncang Banten, Jabodetabek, serta sebagian Jawa Barat dan Lampung ini berjenis dangkal subduksi lempeng Samudera Indo-Australia menuju benua Eurasia.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved