Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Realisasi Pajak di Lubuklinggau Hanya Tercapai 74 Persen, Sektor Hotel dan Hiburan Paling Terdampak

Realisisasi angka penerimaan pajak tahun 2021 lalu di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) tidak tercapai sesuai target.

Editor: Odi Aria
(Thinkstock)
ilustrasi pajak 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU --Realisisasi angka penerimaan pajak tahun 2021 lalu di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) tidak tercapai sesuai target.

Berdasarkan data Badan Penerima Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Lubuklinggau mencatat capaian tahun lalu hanya tercapai 74 persen atau Rp 38 Miliar.

Kepala BPPRD Kota Lubuklinggau, Tegi Bayuni melalui Kabid Pajak dan Lainnya, Apri Wawan Diansyah mengungkapkan dari 11 aitem pajak yang paling besar menyumbang  pajak yakni pajak penerangan jalan.

"Kedua restoran, BPHTB, reklame hotel dan hiburan," ungkap Wawan pada Tribunsumsel.com, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya yang belum maksimal hingga saat ini yakni pajak hotel dan hiburan, karena selama pandemi hotel bersama hiburan cukup terdampak, awal tahun lalu memang ada progres membaik tapi kembali turun lagi di pertengahan tahun.

"Sejauh ini kita lebih fokus kepada 11 aitem pajak yang telah kita tetapkan  namun tidak menutup kemungkinan ada aturan baru yang menyebutkan penyesuaian pajak dan retribusi kedepan ada aitem lainnya," ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan kebocoran dari sektor pajak, tahun ini pihaknya sudah turun melakukan penertiban dipimpin langsung oleh Kepala BPPRD, sebab tahun ini ada kenaikan target  walau pun tidak signifikan.

"Target tahun ini 11 aitem pajak kita tahun ini masih diangka Rp 54 miliar, kemarin kita telah memasang beberapa stiker peringatan kepada wajib pajak yang menunggak tagihan cukup besar," ungkapnya. 

Hasilnya dari beberapa pelaku usaha yang dipasang stiker pajak sudah banyak konfirmasi akan melakukan pembayaran, ada juga yang masih belum bayar karena terkonfirmasi kendala keuangan.

"Alhamdulillah mereka sudah terkonfirmasi melakukan pembayaran ada juga yang belum bayar karena terkonfirmasi finansial," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved