Panduan Sebelum Suntik Vaksin Ketiga atau Booster, Ini Penjelasan dari Satgas Covid-19 Kemenkes

Sebelum melakukan vaksinasi ketiga harus memperhatikan jenis vaksin yang akan digunakan berdasarkan pengkategoriannya karena ada homolog dan heterolog

Penulis: Jati Purwanti | Editor: pairat
SRIPOKU.COM/IST
Pemberian Vaksin untuk lansia yang dilakukan Puskesmas Sukarami, bekerjasama dengan Klinik Charista Medika Palembang. 

Diberikan pada usia 18 tahun ke atas, Peningkatan nilai titer antibodi netralisasi setelah 1 bulan pemberian booster/dosis lanjutan dibandingkan 28 hari setelah vaksinasi primer sebesar 3,29 kali.

• AstraZeneca

Vaksin booster dapat diberikan 1 dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksinasi lengkap

Diberikan pada usia 18 tahun ke atas, Peningkatan nilai titer antibodi IgG dari 1792 menjadi 3746.

Moderna

Vaksin booster diberikan setengah dosis setelah 6 bulan dosis lengkap Diberikan pada usia 18 tahun ke atas.

Kenaikan respons imun antibodi netralisasi sebesar 12,99 kali setelah pemberian dosis booster homolog vaksin Moderna.

• Zifivax

Vaksin booster diberikan 1 dosis setelah 6 bulan dosis lengkap vaksinasi primer (Sinovac atau Sinopharm).

Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas Peningkatan titer antibodi netralisasi lebih dari 30 kali pada subjek yang telah mendapatkan dosis primer Sinovac atau Sinopharm.

Hasil evaluasi dari aspek keamanan kelima vaksin booster/dosis lanjutan tersebut menunjukan bahwa frekuensi, jenis, dan keparahan dari Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) yang dilaporkan setelah pemberian booster umumnya bersifat ringan dan sedang.

(*)

Baca juga: Kabupaten OKU Selatan Targetkan 40 Ribu Anak di Suntik Vaksin Covid-19

 

 

 

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved