Martabak Manis Dengan Bermacam Toping yang Lezat & Murah Meriah di UIN Sehari Habiskan 15 KG Adonan
Martabak manis yang berjualan di daerah Rawa Jaya atau tepatnya di belakang kampus A UIN Raden Fatah Palembang laris diburu pembeli.
Penulis: Oki Pramadani | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Martabak manis yang berjualan di daerah Rawa Jaya atau tepatnya di belakang kampus A UIN Raden Fatah Palembang laris diburu pembeli.
Martabak tersebut laris dibeli lantaran harganya yang murah dan rasanya yang enak.
Pedagang Martabak Trisno mengatakan, bahwa ia berdagang martabak dibelakang UIN sejak empat tahun yang lalu.
"Saya jualan disini empat tahun yang lalu, sebelumnya saya berdagang martabak berkeliling," ungkapnya, kamis (12/1/2022).
Barulah dari empat tahun lalu ia memutuskan berdagang di Belakang UIN Raden Fatah.
Ia memulai jualan dari jam 15.00 hingga 20.00 WIB.
Dalam beberapa jam itu dirinya menghabiskan 15 KG adonan martabak atau kalau diloyangkan lebih dari 170 loyang martabak.
"Setiap hari itu habis, kalau dihitung keuntungan kurang lebih Rp 600 ribu setiap hari" ungkapnya.
Trisno menjelaskan, awal mula ia berdagang dulu, setiap harinya hanya menghabiskan 2 KG adonan.
Barulah setelah setengah tahun ia berjualan di belakang UIN, daganganya mulai banyak dibeli.
Pembeli martabaknya pun bukan hanya Mahasiswa UIN namun pembeli dari luar juga banyak.
Apalagi kalau saat mahasiswa mulai benar-benar aktif kuliah pasti lebih banyak lagi yang beli," ujarnya.
Sementara Tri, ia baru pertama kali membeli martabak ini, ia penasaran setiap ia lewat pembelinya selalu ramai.
"Saya penasaran saat lewat martabak ini selalu ramai pembeli, karena penasaran itulah akhirnya sekarang saya beli juga," jelasnya.
Dengan harga dimulai dari Rp 6 ribu bisa dikatakan sangat murah untuk makanan sekelas martabak yang biasanya agak mahal," tambahnya.
Lain halnya Tri, Ijal juga mengakui kalau ia sudah cukup sering membeli martabak pakde Trisno.
"Aku sering beli martabak pakde, minimal seminggu sekali aku beki martabak ini," ucapnya.
Diakunya, cukup sering membeli martabak tersebut lantaran harganya yang murah dan rasanya yang enak.
"Kalau rasanya tidak perlu diragukan lagi, pasti enak," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Martabak-manis-di-belakang-UIN.jpg)