Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Warga Lebih Pentingkan Cari Makan Daripada Bayar Pajak, PBB Lubuklinggau Hanya Tercapai 39 Persen

Realisasi pendapatan dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan hingga akhir Desember 2021 lalu tidak tercapai

Editor: Odi Aria
(Thinkstock)
ilustrasi pajak 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU-- Realisasi pendapatan dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan hingga akhir Desember 2021 lalu tidak tercapai.

Lagi-lagi guncangan pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasan utama masyarakat di Kota Lubuklinggau enggan membayar PPB.

Berdasarkan data dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Lubuklinggau dari target Rp. 8,5 Miliar tahun 2021 lalu, capaian PBB hanya tercapai Rp. 3,3 Miliar.

Kepala BPPRD Kota Lubuklinggau, Tegi Bayumi melalui Kabid PBB dan BPHTB, Edward Sastra Wijaya mengatakan dari target Rp 8,5 Miliar yang dibebankan Pemkot Lubuklinggau hanya terealisasi
39.63 persen dengan total 67 ribu PBB.

"Masih belum maksimal karena faktor pandemi Covid-19 sehingga masyarakat banyak mengaku susah bayar PBB," kata Edward pada Tribunsumsel.com, Jumat (7/1/2022).

Edward mengatakan masyarakat yang menunggak berdasarkan pendataan terakhir hampir terjadi di semua kecamatan, tidak ada lagi wilayah yang dominan, rata-rata semuanya hampir sama.

"Penyebab utama kita tidak bisa memastikan mengapa mereka ini menunggak, tapi rata-rata ketika petugas kita datang menagih, mereka menjawab sekarang masa pandemi -pandemi," ungkapnya.

Dengan situasi saat ini, BPPRD Lubuklinggau pun memberikan pemakluman kepada masyarakat yang masih menunggak, karena saat ini masyarakat lebih mendahulukan mencukupi kebutuhan untuk makan.

"Lain halnya kalau tidak pandemi lagi, karena sekarang banyak sektor usaha yang baru mulai bergeliat lagi, karena awal tahun lalu banyak sekali usaha yang merumahkan pegawai, itu sangat berpengaruh," ujarnya.

Namun kedepan BBPRD berupaya memberikan kemudahan dalam hal pembayaran PBB termasuk 10 wajib pajak lainnya, kedepan lebih menekankan menggunakan sistem online.

"Masyarakat bisa bayar dimana pun di Alfamart dan Indomaret serta link aja.

 

Selama ini masih bayarnya di bank Sumsel tapi kan jauh, karena faktor jarak, banyak keluhan besarlah biaya administrasi ketimbang jumlah PBB yang dibayarkan, jadi sistemnya dipermudah," ungkapnya

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved