Breaking News:

Keberadaan Jembatan Bukit Sulap dan Jalan Satu Rumah Terisolir, Walikota: Bagusnya Jual Saja

"Tapi alangkah bagusnya sejak awal rumah itu dijual dengan skema ganti untung, tapi saya belum tahu kelanjutan pastinya seperti apa,".

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/eko
Rumah Heri (40) warga RT 02 Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) terisolir karena pembangunan jembatan Bukit Sulap, Kamis (6/1/2022). 

Penulis: Eko

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Rumah milik Heri (40), warga RT 02, Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) terisolir.

Rumah dengan luas tanah 13x15 meter persegi ini tak bisa ditempati lagi. Akses satu-satunya menuju rumah ini sudah tertutup Jembatan Bukit Sulap atau jalan menuju jalan Lingkar Barat

Menanggapi hal tersebut, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menyampaikan bila rumah itu memang adanya demikian, tanah yang berada di sekitar lokasi itu merupakan satu keluarga.

"Harusnya dampak positifnya semua menerima dan semua tanahnya sudah bagus. Semuanya ditimbun, harusnya rumah itu juga ditimbun juga," ungkapnya pada wartawan, Kamis (6/2/2021)

Sehingga ketika pembangunan selesai tidak tinggal seperti itu (terisolir), dari awal. Kalau untuk kepentingan masyarakat umum tidak bisa menghalangi.

"Tapi alangkah bagusnya sejak awal rumah itu dijual dengan skema ganti untung, tapi saya belum tahu kelanjutan pastinya seperti apa," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Jalan Lingkar Barat itu dikerjakan bertahap, pembangunan jembatan utama sudah selsai tinggal dua jembatan lagi yang akan dibangun.

"Tahun ini sudah diusulkan untuk mendapat Bangub Rp 40 miliar. Kalau anggaran cair bisa selesai insya Allah akan kita selesaikan," terangnya.

Sementara prioritas pembangunan tahun ini tetap mengacu kepada infrastruktur jalan dan jembatan, tapi pembangunan tahun ini ada tambahan anggaran dari PEN dan sudah dibangunkan kurang lebih untuk delapan kegiatan.

"Pertama pelebaran jalan dari Lingkar Utara, Lingkar Selatan, pembangunan jalan Jendral sudirman pembangunan jalan untuk akses jalan tol di Rahma, peningkatan jalan TMMD, kemudian jalan Air Malus," ungkapnya.

Ia menyebutkan total anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun ini kurang lebih 160 Miliar, semuanya dialokasikan dari APBN dan APBD, dari APBD kurang lebih 40 Miliar sementara 125 Miliar dari APBN.

Meski sudah menggelontorkan anggaran besar pembangunan belum bisa maksimal, karena Rp. 40 Miliar dari APBD itu juga untuk menyikapi pembangunan pemukiman masyarakat mulai jalan setapak dan siring.

"Kita juga mengajukan anggaran kepada pak gubernur untuk pembangunan jalan dalam Kota, sekarang sedang kita usulkan kurang lebih Rp 25 miliar termasuk untuk pembangunan gor Rp 205 miliar," tambahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved