Ramai Soal Florona Ahli Mikrobiologi Sumel Imbau Masyarakat Beraktivitas Normal, Ini Alasanya

Mengacu pada belum adanya kejelasan mengenai Florona, dia pun meminta masyarakat bersikap sewajarnya. Terlebih, belum ada kemungkinan yang seperti

Penulis: Jati Purwanti | Editor: adi kurniawan
kolase/sripoku.com
Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kasus Florona yang terdeteksi di Israel pada akhir tahun lalu, tepatnya 30 Desember 2021, menjadi perhatian banyak pihak.

Florona merupakan gabungan antara infeksi influenza dan virus korona atau Covid-19.

Menurut laporan Hindustan Times, pasien pertama di Florona adalah ibu hamil yang dibawa ke Rabin Medical Centre untuk melahirkan.

Ibu tersebut tidak mendapatkan vaksinasi sebelum dinyatakan terinfeksi virus influenza dan Covid-19.

Ahli Mikrobiologi Sumsel, Yuwono menerangkan ada tiga hal yang menjadi catatan dalam infeksi Florona yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan.

Pertama, influenza  menyerang saluran nafas atas, sedangkan corona saluran nafas bawah.

Kedua, keganasan (virulensi) influenza rerata lebih tinggi ketimbang korona.

"Ketiga, secara teori infeksi bersamaan keduanya mungkin terjadi, tapi kenyataannya infeksi virus pada saluran nafas umumnya tunggal. Kalau ada infeksi lainnya, biasanya karena bakteri," terang Yuwono, Selasa (4/12/2021).

Menurut Yuwono, infeksi bersamaan ini belum jelas. Apalagi, kasus ini baru ditemukan di Israel.

Mengacu pada belum adanya kejelasan mengenai florona, dia pun meminta masyarakat bersikap sewajarnya.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved