Breaking News:

Berita Religi

'Tolong Menolong dalam Kemaksiatan', Ini Kata Buya Yahya Hukum Menjual Terompet di Malam Tahun Baru

Meniup terompet sebagai salah satu ciri khas menyambut malam pergantian tahun. Lantas, apa hukumnya menjual terompet karena mendukung acara tersebut?

Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/YULIANI
Salah satu penjual terompet di malam tahun baru. 

SRIPOKU.COM - Apa hukumnya menjual terompat di malam tahun baru dalam Islam? Berikut ini penjelasan Buya Yahya.

Jelang tahun baru, akan ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai momen penyambutan.

Di antaranya ialah berkumpul bersama keluarga dan kolega hingga mengadakan pesta bersama sanak saudara.

Namun, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian saat euforia perayaan tahun baru berlangsung.

Salah satunya ialah meniup terompet sebagai salah satu ciri khas menyambut malam pergantian tahun.

Sehingga para pengrajin dan penjual terompet tak mau ketinggalan dalam menawarkan dagangannya.

Terlebih lagi momen tahun baru hanya bisa ditemui selama satu tahun sekali.

Jadi, tak heran jika para pengrajin hingga penjual antusias untuk menjajakan dagangannya terutama terompet yang biasanya laris manis.

Lantas, bagaimana hukumnya menjual terompet di malam tahun baru dalam pandangan Islam?

Mengingat hukum meniup terompet pada tahun baru merupakan budaya orang-orang di luar Islam sehingga menjadi haram.

Berikut ini penjelasan Buya Yahya yang dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Baca juga: Hukum Meniup Terompet Saat Tahun Baru, Ini Jawaban Buya Yahya Bukan Budaya Umat Nabi Muhammad SAW

Menjelang malam tahun baru, biasanya para pedagang juga tak kalah ide dalam berjualan.

Di antara jualan yang paling menonjol ialah terompet.

Bolehkah menjual terompet di malam tahun baru?

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved