Terkuak Modus Pemilik Yayasan Ponpes Darul Ulum Rudapaksa Santriwati kini Melahirkan Bayi Perempuan

Ustadz di pondok pesantren Darul Ulum di wilayah Desa Karet Jaya OKU Selatan diamankan oleh unit PPA Satreskrim Polres OKU Selatan

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Tersangka Moh Syakur (50) pemilik yayasan sekaligus ustadz di pondok pesantren Darul Ulum diamankan di Mapolres OKU Selatan. Kamis (30/12/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah


SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Moh Syakur (50) pemilik yayasan sekaligus ustadz di pondok pesantren Darul Ulum di wilayah Desa Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan diamankan oleh unit PPA Satreskrim Polres OKU Selatan.


Residivis kasus pencabulan di tahun 2006 silam ini kembali ditangkap mengulangi perbuatannya.

MS dilaporkan oleh SM (52) orang tua dari korban S (19) yang diduga mengalami tindakan asusila MS pada 21 April 2021 lalu dan kini telah melahirkan bayi berusia 7 hari.


Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha, SH, SIK, MH didampingi Wakapolres dan Kasi Humas dan Kasatreskrim dan jajaran mengungkapkan diperbuatan asusila dilancarkan MS saat sedang sepi saat santri/santriwati tengah libur pulang kerumah masing-masing.


"Pada saat itu, kegiatan pondok pesantren Darul Ulum sedang libur, para santri sedang pulang kerumah masing-masing, sementara korban memilih tidak pulang karena jarak cukup jauh," ungkap Kapolres.


Situasi sepi itulah dimanfaatkan oleh pelaku SM melakukan tindakan rudapaksa terhadap korban gadis berusia 19 tahun.


"Tersangka masuk kedalam kamar korban menggunakan sarung, hingga terjadilah tindakan asusila," Sambung Kapolres saat prees release di Mapolres OKU Selatan Kamis (30/12).


Terungkpanya kasus ini, bermula adanya kecurigaan masyarakat santriwati telah melahirkan tanpa ayah, ramainya kasus ini langsung ditangani oleh unit PPA Polres OKU Selatan setelah orang tua korban membuat laporan. 


Disisilain, tersangka mengaku dihadapan awak media hanya satu kali melakukan perbuatannya lantaran mengaku khilaf.

Sedangkan menurutnya, kelahiran bayi hasil perbuatannya dari perbuatannya tanpa sepengetahuannya. 


"Khilaf, tidak sadar, cuma satu kali dan tidak pernah diberitahu kalo dia sedang hamil," ungkap tersangka MS, Kamis (30/12).


Pelaku dikenakan pasal 285 KUHP, barang siapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan, memaksa perempauan bukan istrinya diancam dengan pidana dua belas tahun.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved