Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Sikap Ahmad Nasuhi Usai Divonis 8 Tahun Penjara Kasus Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Mantan Plt Kabiro Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Nasuhi juga divonis hukuman 8 tahun penjara, denda Rp. 400.000.000, subsidair 4 bulan penjara.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/Chairul Nisyah
Tim Kuasa Hukum Ahmad Nasuhi, Redho Junaidi SH Mh saat dikonfirmasi usai sidang, Senin (4/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selain Mantan Sekda Pemprov Sumsel, Mukti Sulaiman, Mantan Plt Kabiro Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Nasuhi juga divonis hukuman 8 tahun penjara, denda Rp. 400.000.000, subsidair 4 bulan penjara.

Vonis pada Ahmad Nasuhi lebih tinggi dari Mukti Sulaiaman yang divonis 7 tahun penjara, denda Rp. 400.000.000, subsidair 4 bulan.

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tipikor Palembang yang diketuai oleh Hakim Abdul Azis SH MH jauh lebih rendah, hampir 50 persen atau separuh dari tuntutan JPU Kejati Sumsel yang menuntut Ahmad Nasuhi dengan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp. 750.000.000, subsidair 6 bulan.

Baik secara langsung dan melalui kuasa hukumnya, mantan Plt Kabiro Kesra Pemprov Sumsel itu menyatakan akan pikir-pikir dahulu terkait vonis yang dijatuhkan pada dirinya dalam sidang, Rabu (29/12/2021).

"Saya pikir-pikir dulu pak hakim," ujar pria yang akrab disapa dengan sebutan Ustad Coy tersebut.

Ditemui usai persidangan, kuasa hukum Ahmad Nasuhi Redho Junaidi SH MH mengatakan jika pihaknya akan menggunkan waktu tujuh hari untuk pikir-pikir.

"Kami akan bicarakan terlebih dahulu pada klien kami, langkah apa yang kita akan ambil untuk kedepannya. Apakah terima atau banding atas vonis tadi," ujar Redho pada awak media, Rabu (29/12/2021).

Selain itu, Redho mengatakan pihaknya mewakili Ahmad Nasuhi ingin menyampaikan pada masyarakat khusunya di Kota Palembang, bahwa dirinya tidak sepeserpun menerima atau mengambil uang hibah masjid.

"Kami ingin sampaikan pada masyarakat jika Ahmad Nasuhi tidak sepeserpun menerima atau mengambil uang Masjid. Hal ini perlu kami sampaikan karena kami ingin masyarakat tidak salah paham memandang perkara ini," ujar Redho.

Menurut Redho, terdakwa Ahmad Nasuhi terbukti tidak menerima atau mengambil uang dari dana hibah masjid Raya Sriwijaya, dan itu terbukti dan diamin oleh pihak JPU dan majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang.

"Bahwa Ahmad Nasuhi tidak sedikit pun ada menerima atau mengambil uang dana hibah masjid ini, hal itu diperkuat juga dengan point-point putusan majelis hakim dalam sidang putusan tadi," jelasnya.

Serta menurutnya, hal itu juga terbukti dengan terdakwa Ahmad Nasuhi tidak dibebankan untuk membayar uang pengganti.

Untuk diketahui kedua terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya, Mukti Sulaiman dan Ahamd Nasuhi dalm putusan majelis hakim terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Keduanya dinyatakan bersalah karena telah memperkaya korporasi dan orang lain.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved