Breaking News:

Jaga Ketahanan Energi Nasional Melalui Pertamina Gencarkan Pengembangan Energi Geothermal

Energi panas bumi (atau energi geothermal) adalah sumber energi yang relatif ramah lingkungan karena berasal dari panas dalam bumi. 

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Handout Sonora
General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lumut Balai, Hadi Suranto ketika menjadi Narasumber di Radio Smart Fm Palembang, Selasa (28/12/2021).  

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Energi panas bumi (atau energi geothermal) adalah sumber energi yang relatif ramah lingkungan karena berasal dari panas dalam bumi

Pemanfaatan energi panas bumi dinilai penting dalam proses transisi penerapan energi baru terbarukan seiring dengan sorotan pemerintah mengenai isu pemanasan global. 

Di Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri, upaya ini telah dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lumut Balai Unit I yang berada di dua Kabupaten di Sumsel yakni Muara Enim dan Ogan Komering Ulu (OKU). 

General Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lumut Balai, Hadi Suranto mengatakan, energi geothermal merupakan energi panas bumi yang secara gencar dikembangkan oleh PT PGE Area Lumut Balai Unit I. 

"Energi panas bumi bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik dimana Indonesia memiliki beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Salah satunya yang dioperasikan di Area Lumut Balai," kata Hadi ketika menjadi Narasumber di Radio Smart Fm Palembang, Selasa (28/12/2021). 

Mulai beroperasi sejak 1 September 2019, lanjut Hadi, total kapasitas tenaga listrik dari energi panas bumi berkapasitas 55 megawatt (MW). 

"Mulai beroperasi sejak tahun 2019  hingga sekarang PLTP Area Lumut Balai Unit I memiliki kapasitas tenaga listrik dengan total 55 MW dengan total cadangan 250 MW."

"Bahkan pengembangan energi panas bumi dari PLTP Area Lumut Balai bakal berkelanjutan hingga 30 tahun mendatang," ujarnya. 

Hadi menambahkan, dari total kapasitas tersebut PLTP Area Lumut Balai Unit I mampu menerangi setidaknya 60 ribu rumah. 

"Dari total 55 MW tersebut setidaknya tenaga listrik dari panas bumi ini mampu menerangi 60 ribu rumah melalui skema bisnis perjanjian jual beli listrik yang dilakukan antara PT PGE dan PLN," tuturnya. 

Hadi menambahkan, melalui komitmen Pertamina dalam pengembangan energi panas bumi, pada tahun 2022 PLTP Area Lumut Balai akan mengembangkan unitnya. 

"Selain Unit 1 PLTP Lumut rencananya akan terus dikembangkan, dimana pada tahun 2022 mendatang PLTP Area Lumut Balai akan memulai pengembangan unit II nya, Ini merupakan komitmen Pertamina dalam mengembangkan energi baru terbarukan yang menjadi solusi di masa depan dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus melestarikan lingkungan," katanya.

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved