Breaking News:

Ekspor Perdana Ulat Maggot ke Singapura Oleh Kemenkue Satu di Wilayah Sumsel 

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sumatera Bagian Timur melepas ekspor perdana satu container hasil budidaya

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Handout Bea Cukai
Kementerian Keuangan RI Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sumatera Bagian Timur melepas ekspor perdana satu container hasil budidaya Black Soldier Fly (BSF) berupa tepung dan maggot kering BSF yang di eskpor ke Singapura melalui pelabuhan Boom Baru, Senin (27/12/2021).  

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kementerian Keuangan RI Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sumatera Bagian Timur melepas ekspor perdana satu container hasil budidaya Black Soldier Fly (BSF) berupa tepung dan maggot kering BSF yang di eskpor ke Singapura melalui pelabuhan Boom Baru, Senin (27/12/2021). 

Pelepasan ekspor perdana ini dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan, Surya Hadi bersama Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Kepala Kanwil DJPB Sumsel, Kepala Kanwil DJP Sumsel Babel, Kepala Balai Diklat Keuangan Palembang, dan Kepala Bea Cukai Palembang. 

Pelepasan ekspor perdana ini dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan
Pelepasan ekspor perdana ini dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan, Surya Hadi bersama Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, Kepala Kanwil DJPB Sumsel, Kepala Kanwil DJP Sumsel Babel, Kepala Balai Diklat Keuangan Palembang, dan Kepala Bea Cukai Palembang. 

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan, Surya Hadi mengatakan ulat Maggot ini diperuntukkan sebagai pakan alternatif untuk hewan ternak maupun hewan peliharaan yang diproduksi di Sumatera Selatan dan dikirim ke Singapura di pelabuhan Boom Baru, sebanyak 126 pakage seberat 7.738 kg dengan nilai ekspor mencapai US$ 38.442,00.

Kegiatan hari ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Kemenkeu di Sumatera Selatan sebagai simbol dari Kemenkeu satu yang terus diserukan oleh Kementerian Keuangan. 

"Di Sumatera Selatan ini Kemenkeu satu diwujudkan dalam Sekretariat Bersama Layanan Sumatera Selatan (Sekber) sehingga terjadi sinergi dan harmonisasi di Kantor-kantor Kemenkeu di Sumatera Selatan yang pada akhirnya mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional yang sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya di sela ekspor. 

Eksportir maggot kering BSF dilakukan oleh PT Golden Oilindo Nusantara yang bekerjasama dengan FeedWerkz Pte. Ltd Singapura yang kedepannya berharap untuk terus meningkatkan kapasitas produksi melalui afiliasi bersama UMKM dengan plasma dan saat ini sudah dimulai persiapannya. 

"Seperti kita ketahui bahwa Ekspor barang produk olahan yang tercatat di Sumatera Selatan selama ini perlu mendapat perhatian lebih terutama yang merupakan UMKM, bahan baku atau penolong yang tersedia lebih besar, sehingga kita perlu mendorong ekspor barang produk olahan dimana nilai tambah bagi masyarakat lebih banvak
dibanding kita hanya mengekspor bahan baku/penolong yg selama ini didapat dari hasil
pertambangan," tambahnya. 

Skema pemberdayaan UMKM melalui kerjasama dengan perusahaan yang telah berorientasi
ekspor seperti ini diharap membantu membuka akses pasar ekspor di luar negeri. 

Ekspor maggot kering BSF tersebut dapat membawa nilai positif yang cukup besar, yaitu mendatangkan devisa
ekspor yang secara linear dapat meningkatkan neraca perdagangan kita yang mana pada akhirnya dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Bagi UMKM yang membantu memproduksi ulat maggot ini kedepan akan kita berikan dukungan pembiayaan baik berupa KUR mapun UMI sehingga UMKM dapat tumbuh lebih cepat dan lebih kuat dimasa pandemic ini sehingga kegiatan ekspor ini diharapkan dapat terus berlangsung dan dapat membantu pemulihan perekonomian nasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved