3 Penculik Renggut Nyawa Bocah 2 Tahun, Ayah Korban Muntah Darah Dikeroyok Pelaku

Sebelum menculik balita tersebut, ketiga pelaku mengeroyok ayah Raden Darma, Farid Efendi (42), di sebuah kontrakan atau kos di Jalan Sultan Adi

Editor: Yandi Triansyah
Photo by Luma Pimentel on Unsplash
Ilustrasi bayi 

SRIPOKU.COM - Seorang balita bernama Raden Darma Wijaya (2) dihabisi oleh tiga orang penculik.

Para pelaku juga mengeroyok ayah korban yakni Farid Efendi (42) hingga muntah darah.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Jasad bocah berusia dua tahun itu ditemykan di semak-semak pada Rabu (22/12/2021).

Dari tubuh korban, ditemukan benda tajam di lehernya.

Raden diculik oleh para pelaku dari dalam mobi; pada Selasa (21/12/2021) malam.

Sebelum menculik balita tersebut, ketiga pelaku mengeroyok ayah Raden Darma, Farid Efendi (42), di sebuah kontrakan atau kos di Jalan Sultan Adi Wijaya Mangunjiwan, Demak.


Polres Demak yang malam itu mengetahui hal tersebut langsung melakukan pengejaran.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Agil Widiyas Sampurna, bersama Tim Resmob Polres Demak menangkap dua orang pelaku.

Dia meminta pelaku menunjukkan lokasi pembuangan balita tersebut.

Dari video yang beredar, tampak jenazah Raden Darma yang berada di semak-semak ditemukan Polisi.

“Mbok apakne kok mati! Mbok apakne! (Kamu apakan ini anak!?” teriak AKP Agil kepada pelaku yang sudah ditangkapnya.

Polisi kini tengah menyelidiki lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

“Pelaku sudah kami tangkap dan masih kami kembangkan,” tutur AKP Agil kepada Tribunjateng.com.

Farid Efendi atau ayah Almarhum Raden Darma mengalami luka robek parah di kepala atas dan robek di wajah sebelah kiri serta muntah darah.

Ia dibawa ke RS Fatimah kemudian dirujuk ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved