'YA Tuhan Tolong' Ditiup Tornado 2 Bayi Terbang dalam Bak Mandi, Ajaib Korban Ditemukan Selamat
"Saya merasakan gemuruh, saya merasakan getaran rumah. Hal berikutnya yang saya tahu, bak mandi telah terangkat dan itu
SRIPOKU.COM - Dua orang bayi ditiup tornado Kentucky di dalam bak mandi.
Namun ajaibnya, dua bayi tersebut ditemukan dalam keadaan selamat.
Padahal dampak dari tornado tersebut menghancurkan Amerika Serikat pada minggu lalu.
Hal ini diungkapkan Clara Lutz seorang nenek yang menjaga kedua cucunya tersebut.
Korban yakni berusia 1,3 tahun dan tiga bulan.
Namun saat itu, sistem badai mematikan menghantam Hopkins County.
Mengetahui ada tornado dan hanya berjarak beberapa mil saja membuat sang nenek menempatkan kedua bayi di dalam bak mandi.
Ia melapisi sang bayi dengan selimut dan bantal bersama sebuah alkitab.
"Saya merasakan gemuruh, saya merasakan getaran rumah. Hal berikutnya yang saya tahu, bak mandi telah terangkat dan itu terlepas dari tangan saya. Saya tidak bisa menahan, saya hanya—ya Tuhan," kenang Lutz, menurut ke stasiun berita lokal WFIE, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (20/12/2021).
Lutz mencoba memegang bak mandi dengan seluruh kekuatannya, tetapi badai dengan cepat menariknya dari lantai. Seluruh rumahnya kemudian ditelanjangi sampai ke fondasi, dengan puing-puing beterbangan di mana-mana.
Di tengah kekacauan, Lutz menderita pukulan di bagian belakang kepala yang terkena tangki air bak mandi.
Meski begitu, dia dengan cepat bangkit dan pergi mencari cucu-cucunya.
"Saya mencari ke mana-mana untuk melihat di mana bak mandi itu berada," katanya kepada WFIE.
"Yang bisa saya katakan hanyalah 'Tuhan, tolong bawa bayi saya kembali ke saya dengan selamat. Tolong, saya mohon.'"
Segera setelah itu, deputi kepala polisi tiba di rumah, di mana mereka menemukan bak mandi terbalik di halaman depan Lutz.
Bayi-bayi itu, keduanya hidup, selamat dari peristiwa cuaca ekstrem yang kacau balau tersebut.
"Saya masuk ke mobil kepala polisi yang berada di ujung jalan masuk rumah saya, tidak lama setelah mereka membuka pintu dan membawakan kepada saya Kaden, cucu saya yang berusia 15 bulan dan Dallas, yang berumur tiga bulan.”
“Mereka (polisi) membawa keduanya kepada saya. Dia memiliki benjolan besar di belakang kepalanya, kami tidak tahu apa yang salah," kata Lutz kepada outlet berita melansir Newsweek pada Sabtu (18/12/2021).
Dallas kemudian dibawa ke Rumah Sakit Vanderbilt di Nashville, di mana ia ditemukan mengalami pendarahan otak.
Namun, pendarahan dengan cepat mereda dan kedua anak dilaporkan sehat, menurut WFIE.
Badai minggu lalu melanda enam negara bagian AS, menyebabkan sedikitnya 88 orang tewas dan puluhan lainnya belum ditemukan.
Mayoritas kematian terjadi di Kentucky, di mana setidaknya 74 orang—berusia mulai dari dua bulan hingga 98 tahun—telah dipastikan tewas.
Namun, awal pekan ini, Gubernur Kentucky Andy Beshear memperingatkan bahwa para pejabat memperkirakan akan menemukan mayat tambahan.
"Ini telah menjadi peristiwa tornado paling dahsyat dalam sejarah negara bagian kita. Apa yang telah terjadi di sini tak terlukiskan. Tingkat kehancurannya tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat," kata Beshear.
Selain Kentucky, tornado menewaskan sedikitnya enam orang di gudang Amazon di Illinois, serta empat di Tennessee, dua di Arkansas, dan dua di Missouri.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com