Breaking News:

VARIAN Omicron Ditemukan di Indonesia, Epidemiolog Minta Mayarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Menurut Epidemiolog Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, dengan terdeteksinya kasus Omicron ini masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Welly Hadinata
sripo/jati
Epidemiolog Universitas Sriwijaya, Dr Iche Andriany Liberty mengaku tak kaget Varian corona B1617 asal India sudah masuk ke Sumsel. 

SRIPOKU.COM — Satu kasus varian baru Covid-19, Omicron, ditemukan di Indonesia pada pegawai kebersihan di Rumah Sakit (RS) Wisma Atlet.

Temuan kasus ini didapat dari pemeriksaan PCR yang dilakukan kepada tiga pegawai tersebut pada 8 Desember 2021. Sampel pemeriksaan tersebut kemudian dikirimkan Balitbangkes pada 10 November 2021 untuk dilakukan genome sequencing.

Hasilnya, pada 15 Desember 2021 dari tiga sampel yang dikirimkan tersebut didapatkan satu pasien yang dinyatakan positif varian yang juga memiliki B.1.1.529.

Menurut Epidemiolog Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, dengan terdeteksinya kasus Omicron ini masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.

"Ya sebenarnya masyarakat tetap waspada saja dengajberus disiplin protokol kesehatan karena ancaman varian-varian baru bisa saja sampai ke Sumsel. Tetap senjatanya protokol kesehata," ujarnya, Kamis (16/12/2021).

Selain itu, sebagai perlindungan bagi masyarakat pemerintah diminta untuk terus meningkatkan cakupan vaksinasi.

Leading sector pun tidak boleh kendor akan target penelusuran dan pemeriksaan kasus (testing and tracing).

"Jika muncul kasus baru seoptimal sesuai standar WHO dan atau instruksi Mendagri sudah jelas berapa targetnya ya harus dipenuhi agar kasus tidak menyebar. Intinya kita semua tetap jangan lengah dan tetap disiplin," jelas Iche.

Dia menyebutkan, penurunan kasus positif di Sumsel dan beberapa daerah lain di Sumsel merupakan sesuatu yang menggembirakan.
Dari sisi positivity rate sebagai tolok ukur terkendalinya pandemi di Sumsel juga belum berada di bawah lima persen.

"Jadi, belum sepenuhnya kita bisa bergembira dengan kondisi ini. Kita syukuri dan terus disiplin akan protokol kesehatan," kata dia.

Hingga 15 Desember 2021, secara keseluruhan kasus konfirmasi virus korona di Sumsel 59.967 orang, sembuh 56.859 orang (94,82 persen) dan meninggal 3079 orang (5,13 persen).

Jumlah orang yang diperiksa swab di provinsi Sumsel sebanyak 192.013 orang (22,4 perseribu penduduk) dengan hasil Positif Covid-19 59.967 (31,56 persen) dan negatif 130.056 (68,44 persen).

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved