Breaking News:

PT KAI Divre III Palembang Ajak Masyarakat Waspada Saat Melewati Perlintasan Kereta Api

Masih banyak pengguna kendaraan di jalan raya yang nekat menerobos perlintasan kereta api saat pintu perlintasan sudah ditutup atau kereta akan lewat.

Editor: Odi Aria
Humas PT KAI
Petugas PT KAI saat melakukan sosialisasi waspada melewati erlintasan Kereta Api, Kamis (16/12/2021). 

 


SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Masih banyak pengguna kendaraan di jalan raya yang nekat menerobos perlintasan kereta api saat pintu perlintasan sudah ditutup atau kereta akan lewat.


Kondisi tersebut sangat membahayakan, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga perjalanan kereta api.

Kabag Humas PT KAI (Persero) Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengatur tata cara melewati perlintasan sebidang, Kamis (16/12/2021).


Sebagaimana tercantum dalam pasal 114 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang berbunyi.

Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan Jalan, pengemudi kendaraan wajib:


A. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lai.

B. Mendahulukan kereta api.


C. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Dan bagi masyarakat yang melanggar hal itu, dalam Undang – Undang tersebut juga telah disebutkan sanksinya, yang terdapat pada pasal 296, yakni Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved