Breaking News:

Indonesia Mendorong Kontribusi Aktif untuk Memperkuat Arsitektur Kesehatan Global Pasca Pandemi

Saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia relatif terkendali, dengan angka Reproduction Rate (Rt) masih tetap di bawah 1.

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/staf menko ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr Ir H Airlangga Hartarto MMT MBA IPU, dalam acara Joint Side Event Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia bertajuk “Empowering Business Colaboration”, di Jakarta, Rabu (15/12/2021) kemarin. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia relatif terkendali, dengan angka Reproduction Rate (Rt) masih tetap di bawah 1.

Kasus konfirmasi per 1 juta penduduk berada pada skala yang sangat rendah yaitu 0,74 kasus, jauh lebih rendah dari banyak negara-negara besar lain.

Hal tersebut tentunya didukung oleh program vaksinasi yang sudah berjalan baik dan akan terus diakselerasi.

Seiring dengan situasi kesehatan yang membaik, sehingga menumbuhkan kembali kepercayaan diri masyarakat untuk kembali beraktivitas, tren pemulihan ekonomi pun makin terlihat jelas.

Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2021 sebesar 3,51% year on year (yoy).

Secara fundamental dari sisi internal, yakni sisi konsumsi, investasi, dan ekspor mulai tumbuh positif kembali.

“Dalam Presidensi G20 Indonesia yang baru saja dimulai, Indonesia akan mendorong kontribusi aktif untuk memperkuat arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Dan WHO menginginkan di akhir tahun ini, kita sebagai negara G20 akan mencapai 133 juta orang yang sudah mendapatkan vaksin kedua di Desember ini,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr Ir H Airlangga Hartarto MMT MBA IPU, dalam acara Joint Side Event Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia bertajuk “Empowering Business Colaboration”, di Jakarta, Rabu (15/12/2021) kemarin.

Menko Airlangga juga menuturkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cenderung baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya,dengan tingkat kerentanan (vulnerability) relatif rendah.

Hal ini ditunjukkan oleh tata kelola yang baik, utang yang terjaga, dan cadangan devisa yang cukup tinggi.

“Pemerintah sudah melakukan tiga hal, kebijakan fiskal oleh Kemenkeu, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, dan reformasi struktural. Ini adalah tiga hal yang diapresiasi berbagai lembaga di dunia, dan ini akan menyokong pertumbuhan ekonomi di 2022 juga,” ungkap Menko Airlangga.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved