Breaking News:

Mengenal Kopi Westkust, Kopi Asli Khas Pegunungan Bengkulu

Cita rasanya muncul karena pengaruh tempat tumbuh, jenis, dan ketinggian permukaan tanah lokasi kebun.

Editor: Odi Aria
Humas PLN
Kopi Westkus, Kopi Asli Khas Pegunungan Bengkulu. 


SRIPOKU.COM--Bagi para penikmat kopi, tentu sudah tak asing lagi dengan kopi robusta. Setiap varietas punya karakteristik rasa yang berbeda-beda.

Cita rasanya muncul karena pengaruh tempat tumbuh, jenis, dan ketinggian permukaan tanah lokasi kebun. Jika Anda sudah mencicipi kopi robusta dari berbagai daerah, bagaimana dengan robusta dari Kepahiang?

Kabupaten Kepahiang merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di Provinsi Bengkulu dengan Luas mencapai 66.500 hektar dimana 29.402 hektar diantaranya adalah perkebunan kopi masyarakat.
Produksi kopi robusta di Kabupaten Kepahiang mencapai 55.333 ton per tahun sementara produksi kopi arabika dengan mencapai 1.482 ton per tahun.

Salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN terhadap potensi ini adalah dengan turut mendukung pengembangan UMKM pengelola Kopi di Kabupaten Kepahiang melalui Kelompok Tani Bina Karya yang fokus mengembangkan kopi hasil perkebunan Kabupaten Kepahiang.

Kelompok Tani Bina Karya merupakan salah satu lembaga (Institusi) non-formal yang dimiliki Desa Weskust Kabupaten Kepahiang.

Kelompok Tani ini dibentuk dengan tujuan meningkatkan produksi kopi petik merah dengan cara pemberdayaan dan pelatihan petani kopi yang ada di Desa Weskust dan sekitarnya.

Berdirinya kelompok Tani Bina Karya diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat para petani kopi untuk terus menekuni perkebunan kopi yang sebagian besar sudah dikelola petani turun-temurun sejak dahulu. Saat ini Kelompok Tani Bina Karya juga sedang mengembangkan jenis kopi unggulan yaitu Robusta dengan proses Natural, Honey, dan Full Washed yang dikenal dengan Kopi Westkust 1908.

PLN juga menyalurkan bantuan menyerupai alat - alat seperti mesin pengupas kulit kopi (_pulper_), mesin sortasi biji kopi (_grander_), mesin penyangrai kopi (_roaster_), mesin pembubuk kopi sangrai (_grinder_), dan lain sebagainya.

Penyaluran bantuan alat-alat tersebut diharapkan dapat mempermudah kegiatan produksi Kopi Westkust dan dapat meningkatkan penjualan.


Dengan bantuan publikasi PLN, kemajuan yang dialami Kelompok Tani Bina Karya dari Bantuan TJSL yang diberikan PLN antara lain Kopi Westkust lebih dikenal, sebagaimana diungkapkan oleh Fidiyanto, salah satu anggota Kelompok Tani Bina Karya.


“Saat ini, Kopi Westkust sudah tersebar luas. Sudah banyak yang mengenal Kopi Westkuts” ujar Fidiyanto, salah satu anggota kelompok Tani Bina Karya.

Kelompok Tani Bina Karya juga juga sering mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di Rumah BUMN PLN Kepahiang dan Pelatihan Khusus “UMKM siap Ekspor” yang diberikan kepada Mitra Unggulan PLN UIW S2JB yang dilaksanakan di Nudira Learning Centre, Bogor.

Tak hanya mendukung dan memberikan bantuan peralatan, PLN juga memberikan bantuan Sertifikasi PIRT, dan Sertifikasi Halal produk Kopi Westkuts untuk meningkatkan nilai ekonimisnya.


“Semoga sertifikasi halal ini berjalan dengan lancar,s ehingga Kopi Westkust dapat memasarkan produknya lebih luas lagi. Banyak harapan saya agar kedepannya Kopi Westkust ini bisa sampai Menembus pasar Nasional dan Internasional Jelas Salah Satu anggota Kelompok Tani Bina Karya” ungkap Surman.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved