JADI Perdebatan Para Ilmuwan, Mengapa Hewan Zebra Warnanya Belang Hitam-Putih, Bisa Mengecoh Lalat?
zebra yang satu-satunya hewan dengan warna kulit yang khas dan unik, yaitu belang bercorak hitam putih.
SRIPOKU.COM - Banyak jenis-jenis hewan yang ada di dunia ini. Selain jenisnya, beragam warna juga menjadi ciri khas hewan. Salah satunya yakni zebra yang satu-satunya hewan dengan warna kulit yang khas dan unik, yaitu belang bercorak hitam putih.
Tapi, pernahkah Anda berpikir mengapa zebra memiliki warna kulit belang?
Tentang Zebra
Melansir BBC, zebra bersama kuda dan keledai merupakan anggota genus Equus.
Tiga spesies zebra yang hidup di Afrika timur dan selatan dengan rambut hitam mereka yang dipatahkan oleh garis-garis putih adalah satu-satunya equid bergaris.
Pola dan intensitas striping bervariasi antar spesies serta lokasi. Perbedaan garis-garis ini telah memandu pemahaman kita tentang cara kerja garis-garis itu.
Sementara para ilmuwan masih memperdebatkan asal usul dan fungsi garis-garis pada kulit zebra.
Melindungi dari gigitan lalat
Beberapa kemungkinan dan hipotesis yang muncul adalah, warna kulit belang itu untuk perlindungan dari gigitan lalat.
Lalat yang menggigit dan menghisap darah adalah ancaman umum bagi hewan di Afrika.
Lalat kuda dan lalat tsetse juga menularkan penyakit seperti penyakit tidur, penyakit kuda Afrika, dan influenza kuda yang berpotensi fatal. Rambut tipis zebra akan menjadi penghalang kecil untuk gigitan lalat.
Tetapi, analisis pada lalat tsetse tidak menemukan jejak darah zebra. Selama hampir satu abad sekarang, bukti eksperimen berulang kali menunjukkan bahwa lalat cenderung tidak mendarat di permukaan bergaris.
Mengecoh lalat
Bukti skala besar datang dalam sebuah studi tahun 2014 dari tim ahli biologi evolusi dari University of California.
Mereka mengumpulkan data cuaca, keberadaan singa, dan ukuran kawanan zebra, dan membandingkan faktor-faktor ini dengan garis-garis zebra yang hidup di daerah tersebut.
Dalam studinya, peneliti pergi ke Hill Livery, peternakan kuda di dekat University of Bristol, Inggris. Mereka mengamati dan merekam lalat kuda yang mencoba menggigit zebra.
Mereka juga mendandani beberapa kuda dengan cetakan zebra untuk melihat apakah itu membantu mereka menghindari gigitan lalat.
Lalat mengganggu semua kuda dan zebra di padang secara merata, dikutip dari New York Times.
Tapi begitu mereka mendekat, garis-garis zebra tampak begitu mempesona lalat, sehingga mereka tidak bisa mengatur pendaratan yang terkendali.
Karena garis-garis itu, lalat kemudian berbelok dan bahkan menabrak zebra.
"Ada sesuatu yang menghentikan lalat untuk menyadari bahwa ia hampir mendarat. Kami tidak tahu apa itu, tetapi garis-garis memberikan efek hingga detik terakhir," kata peneliti Tim Caro.
Ilusi optik
Satu-satunya hal yang dapat mereka katakan dengan pasti adalah bahwa kontras tinggi antara hitam dan putih kemungkinan besar menipu penglihatan resolusi rendah lalat.
Dalam ilusi optik, garis-garis diagonal tampak bergerak ke atas atau ke bawah, tergantung ke arah mana kutub itu berputar.
Hal serupa bisa terjadi saat lalat mendekati garis zebra. Dari jauh, lalat mungkin mengartikan objek sebagai abu-abu, tetapi saat ia bergerak lebih dekat, garis-garis diagonal zebra mungkin tampak bergerak ke arah yang salah.
Akibatnya, seekor lalat mungkin mengira sedang menuju ke ruang terbuka alih-alih mendarat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Zebra Warnanya Belang Hitam-Putih? Ini Penjelasan Ilmiahnya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/binatang-zebra-hewan-zebra_20150616_153823.jpg)