Biarpun Semua Sudah Dibangun di Papua, Bagi KKB tak Ada Arti : Ideologi Sudah Tertanam

"Ideologi sudah bertumbuh subur, sulit kalo kita dengan cara kekerasan," kata Ramses, beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Tribun Papua.

Editor: Yandi Triansyah
istimewa
Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya, pentolan KKB Papua yang ditangkap gabungan TNI-Polri pada Selasa (2/11/2021). 

SRIPOKU.COM - Tokoh Ada Papua Ramses Wally angkat bicara persoalan kelompok kriminal bersenjata (KKB) tak akan bisa reda jika pendekatan yang digunakan dengan cara kekerasan.


Sebab kata dia, aksi yang dilakukan KKB di Papua karena persoalan ideologi.

Menurut dia, ideologi yang ditanamkan sudah bertumbuh subur.

Oleh karena sulit jika menyelesaikan masalah tersebut dengan cara kekerasan.

"Ideologi sudah bertumbuh subur, sulit kalo kita dengan cara kekerasan," kata Ramses, beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Tribun Papua.

Ramses mengatakan, ideologi sudah tumbuh sejak 1961 dan bertumbuh dengan sendirinya.

"Biarpun saat ini semua sudah dibangun di Papua, tetapi menurut mereka itu tidak ada arti, berarti ada sesuatu diinginkan," kata dia.

Itulah sebabnya dirinya menyarankan kepada Presiden Jokowi untuk membuka dialog.

Dengan cara itulah membuat kehidupan di Papua bisa damai.

KORAMIL Kembali Diserang, Pasukan TNI Pukul Telak KKB Papua, Rampas Senjata Tentara OPM yang Tewas


Ia meminta Jokowi untuk mengambil langkah netral dengan cara melibatkan pemerintah pusat dan kelompok yang memiliki perbedaan ideologi tersebut.

"Libatkan pihak di dalam dan di luar untuk berdialog, membicarakan semua pertikaian di tanah Papua," kata dia.

Ramses meminta perjuangan yang dilakukan KKB jangan dianggap sebagai ancaman.

"Sebab itu perlu dilakukan pola pendekatan dan komunikasi dengan pemimpin mereka," kata dia.

Dengan cara itu ia yakin akan menemukan titik persoalan tersebut.

Sebab akan buntut jalan jika mengatasi KKB dengan pola kekerasan.

KORAMIL Kembali Diserang, Pasukan TNI Pukul Telak KKB Papua, Rampas Senjata Tentara OPM yang Tewas

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved