Berita Palembang

25 Napi Beresiko Tinggi Sumsel Dipindahkan ke Nusa Kambangan, Pasukan Brimob Bersenjata Dikerahkan

25 narapidana dari lembaga pemasyarakatan di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk dalam katagori beresiko tinggi, dipindahkan ke Nusa Kambangan

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Welly Hadinata
IST
25 Napi asal Sumsel dipindahkan ke Nusa Kambangan yang dikawal Brimob 

Laporan wartawan Sripoku.com, Chairul Nisya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 25 narapidana dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk dalam katagori beresiko tinggi, dipindahkan ke Nusa Kambangang.

Hal tersebut disampaikan melalui rilis Kanwil Kemenkumham Sumsel pada, Minggu (5/12/2021).

Dalam rilis yang dishare melalui pesan Whatsapp, dituliskan, Kanwil Kemenkumham Sumsel telah berhasil memindahkan sebanyak 25 narapidana kategori beresiko tinggi (High Risk), kasus narkotika dari seluruh lembaga permasyarakatan (Lapas) di Provinsi Sumsel ke Lapas Nusa Kambangan yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah.

Pemindahan 25 tahan tersebut, berlangsung dengan lancar dan aman yang disaksikan langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Dadi Mulyadi dan Kalapas Kelas I Palembang, Kadiyono beserta jajaran, dengan tetap mengedepankan humanis serta protokol kesehatan yang ketat.

Satu persatu tahanan yang akan dipindahkan dijemput dari kamar hunian, kemudian dilakukan pengecekan kesehatan dan rapid test Covid-19, untuk selanjutnya dengan sebagaimana prosedur dibantu pengawalan ketat petugas kepolisian dari Brimob, napi diborgol dan dibawa menggunakan armada bus.

"Pemindahan dilakukan terhadap 25 narapidana high risk dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian yang juga sesuai dengan prosedur. Pemindahan 25 napintersebut dilaksanakan pada Jum'at malam (3/12/2021)," ujar Kakanwil Kemenkumham Sumsel Indro Purwoko, Minggu (5/12/2021).

Kakanwil menegaskan, upaya pemindahan narapidana ini mempertegas komitmen untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas dan Rutan, serta merupakan upaya dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.

Kebijakan pemindahan ini, lanjut Kakanwil, sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan dari Ditjen Pemasyarakatan, berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-PK.01.05.08-1575 Tanggal 19 November 2021.

“Pemindahan narapidana high risk kasus narkoba ke Lapas yang memiliki pengamanan lebih ketat ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba di Sumsel termasuk di Lapas/Rutan sehingga tercipta kondisi yang lebih kondusif dan mewujudkan Sumsel BERSINAR (bersih dari narkoba),” ujar Kakanwil.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel Indro Purwoko, mengatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu selaku koordinator Lembaga Pemasyarakatan Wilayah Nusakambangan. 

Termasuk pemberitahuan pada keluarga Narapidana dan Hakim Wasmat terkait pemindahan tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved