Breaking News:

Baru Satu Bulan Beroperasi Rumah Penampungan Baby Lobster Digerebek Polda Sumsel, 13 Orang Diamankan

Sebanyak 13 orang turut diamankan dalam operasi penggerebekan oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel di dua rumah tempat penampungan benih baby lobster

Editor: adi kurniawan
Sripoku.com/Chairul Nisyah
Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol M Barly Ramadhany Saat merilis 13 tersangka kasus dugaan penyelundupan baby lobster di Polda Sumsel, Kamis (2/12/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 13 orang turut diamankan dalam operasi penggerebekan oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel di dua rumah yang dijadikan tempat penampungan sementara benih baby lobster atau benur di Desa Mulia Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin Rabu (1/12) dini hari.

Selain 13 orang pelaku yang diamankan petugas juga menyita barang bukti 153.450 ekor benur yang masih disimpan di bak khusus penampungan di dalam dua rumah yang digerebek.

Barang bukti lain yang turut disita diantaranya tedmon ukuran ratusan liter tempat penampungan air laut, lemari es, berbagai jenis tabung oksigen, kolam terpal tempat menampung benih lobster dan peralatan lainnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhani SIK didampingi Kasub bid Penmas Polda Sumsel Kompol Erlangga, SE MH mengatakan, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami peran masing masing 13 orang pelaku yang diamankan dalam kasus benih baby lobster yang diamankan saat penggerebekan di dua rumah di Desa Mulia Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin kemarin.

"Kami juga masih mendalami dari mana asal benih lobster ini dan mau dikirim kemana serta siapa aktor intelektual dalam kasus ini," kata Barly kepada wartawan Kamis (2/12/2012).

Dari hasil interogasi pemilik rumah, kata Barly para pelaku baru sekitar satu bulan menyewa rumah di TKP begitu juga dengan barang barang yang digunakan untuk menampung benih lobster baru masuk sekitar satu bulan yang lalu.

"Lokasi penggerebekan hanya dijadikan tempat penampungan sementara benih lobster, benih ini pastinya akan dikirim. Untuk tempat pengiriman masih kami dalami," katanya.

Barly menyebut pihaknya, dengan penggerebekan lokasi penampungan sementara benih lobster ini, pihaknya berhasil mencegah kerugian negara sebesar Rp 24 milyar lebih.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak balai karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan untuk penanganan benih lobster untuk segera dilepaskan ke habitat nya," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan salah satu pelaku mengatakan ia hanya sebagai pekerja saja yang ditugaskan untuk mensortir benih lobster berdasarkan ukuran dan jenisnya saja.

"Kalau kami ini hanya bekerja diupah 400 sampai 500 ribu perhari kalau saja kerjanya mensortir benih lobster itu. Kalau dari mana benih lobster ini kami tidak tahu pak,"singkatnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved