Breaking News:

UMKM Diajarkan Cara Menyusun Pembukuan Usaha yang Baik dan Benar

Banyaknya akses pembiayaan pemerintah namun belum banyak tersentuh oleh UMKM karena kendala mereka belum mencatatkan pembukuan yang baik

Editor: adi kurniawan
handout
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan Lidya K Christyana 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Banyaknya akses pembiayaan pemerintah namun belum banyak tersentuh oleh UMKM karena kendala mereka belum mencatatkan pembukuan yang baik sehingga bank tidak bisa memberikan akses pembiayaan.

Berangkat dari kendala inilah Ditjen Pembendaharaan Sumsel bersama Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah memberikan edukasi dan literasi pada pelaku UMKM agar bisa menyusun pembukuan dengan baik dan benar dan sesuai dengan standar pemerintah.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan Lidya K Christyana mengatakan akses mendapatkan pembiayaan adalah hal semua warga negera dan juga hal semua UMKM.

Oleh sebab itu penting bagi UMKM agar mereka bisa menyusun pembukuan yang baik untuk memudahkan mendapat akses pembiayaan karena Kredit Usaha Rakyat (KUR) itu bunganya disubsidi dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Lidya mengatakan pada UMKM jangan khawatir dengan petugas pajak karena tidak semua hal dikenakan pajak apalagi saat ada petugas pajak.

Vice Presiden IMA Chapter Palembang Dr Sri Rahayu saat menyampaikan paparan. 
Vice Presiden IMA Chapter Palembang Dr Sri Rahayu saat menyampaikan paparan.  (Handout)

"Jadi jangan takut kalau ada petugas pajak sebab biasanya selalu mindsetnya ada petugas pajak akan ditagih pajaknya."

"Padahal tidak demikian justru hari ini petugas pajak akan memberi tahu bagaimana cara menyusun laporan  yang sesuai standar sehingga memudahkan mendapat akses pembiayaan KUR dari bank," ujar Lidya saat membuka kegiatan sharing knowledge secara daring, Rabu (1/12/2021).

Sementara itu Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Dr Sri Rahayu MM mengatakan, ada banyak UMKM yang tergabung dalam berbagai organisasi Palembang sehingga menaungi banyak UMKM.

Keberadaan organisasi UMKM ini diharapkan bisa juga mengedukasi anggotanya bagaimana cara menyusun laporan pembukuan dan perpajakan.

Ditjen Pembendaharaan Sumsel bersama Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah memberikan edukasi dan literasi pada pelaku UMKM
Ditjen Pembendaharaan Sumsel bersama Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah memberikan edukasi dan literasi pada pelaku UMKM (handout)

Sri Rahayu mengatakan ada banyak kendala yang dihadapi UMKM untuk berkembang saat ini di antaranya minimnya modal usaha karena sulitnya mendapat akses pembiayaan dari bank, tidak tahu bagaimana membesarkan usaha.

Selain itu juga, daya saing yang rendah karena kurangnya inovasi, permasalahan distribusi dan pemasaran online, tidak adanya branding, tidak ada mentor bisnis dan masih mengandalkan pembukuan bisnis secara manual.

"Semoga edukasi dan pelatihan penyusunan pembukuan dan perpajakan hari ini bisa menjadi solusi agar UMKM di Sumsel semakin berkembang dan mendapat akses pembiayaan yang mudah dan usahanya semakin besar," ujar Vice Presiden Chapter Palembang itu.

Ditjen Pembendaharaan Sumsel bersama Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah memberikan edukasi dan literasi pada pelaku UMKM
Ditjen Pembendaharaan Sumsel bersama Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah memberikan edukasi dan literasi pada pelaku UMKM (handout)
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved