Breaking News:

JEMAAH Umrah Tanpa Dikenakan Karantina, Bagi Pengguna Empat Vaksin Rekomendasikan Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan penenerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju ke Arab Saudi tanpa perlu transit di negara ketiga

Penulis: Husin | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com
SUASANA jemaah haji dan umrah asal Palembang di Halaman Masjid Nabawi beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Sripoku.com, Muhammad Husin

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan penenerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju ke Arab Saudi tanpa perlu transit di negara ketiga, terhitung berlaku mulai 1 Desember 2021 mendatang.

Khusus bagi pemegang visa yang menggunakan vaksin yang direkomendasikan Kerajaan Arab Saudi (KSA), seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson&Johnson, tidak lagi dikenakan karantina.

Sementara vaksin Sinavoc dikenakan karantina tiga hari dan diwajibkan tes PCR setelah 48 jam dimulai karantina.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman Nur Muhammad, Senin (29/11/2021) menyampaikan empat poin terkait hasil aturan ibadah umrah saat pandemi yang resmi diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

"Dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan Visa Umrah,": katanya.

Selanjutnya, bagi jemaah yang datang ke Arab Saudi dengan visa umrah dan telah mendapatkan vaksinasi dari jenis yang direkomendasikan pemerintah Saudi, bisa langsung melaksanakan ibadah umrah tanpa karantina.

Adapun vaksin Covid-19 yang sesuai dengan rekomendasi otoritas Arab Saudi yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson&Johnson. "Ini kabar baik, dan harus disikapi segara oleh pemerintah terkait aturan teknisnya," kata Firman.

Terpisah Ketua Umum Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (Gaphura) H Ali Muhammad Amin memberikan apresiasi kepada Menteri Agama dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, yang dinilainya berhasil melobi Kerajaan Arab Saudi (KSA) untuk mencabut larangan terbang bagi Indonesia saat melakukan kunjungan resmi beberapa waktu lalu.

Namun begitu, kebijakan terbaru KSA ini tidak serta merta ditafsirkan perjalanan umrah bisa dilakukan, karena masih banyak regulasi yang harus dipelajari berrsama. Terlebih banyak ditemukan regulasi yang ada saat ini merugikan penyelenggara.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved