Berita Selebriti
Andika Mahesa Kenang Jajakan CD Lagu Kangen Band ke Sopir Angkot, Sampai Dicari Produser ke Penjara
Penyanyi Andika Mahesa menceritakan susah-payah secara mandiri untuk membesarkan Kangen Band.
Penulis: Muhammad Naufal Falah | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Penyanyi Andika Mahesa menceritakan susah-payah secara mandiri untuk membesarkan Kangen Band.
Setelah berhasil merekam lagu perdana Kangen Band, Andika berinisiatif membeli CD kosong dengan jumlah yang banyak.
Lelaki yang akrab disapa Babang Tamvan itu menyimpan lagu hasil rekaman Kangen Band ke dalam CD.
"CD gue burning, gue jual sendiri ke angkot-angkot (dengan harga 1 CD) Rp 10.000," kata Andika Mahesa mengutip dari kanal YouTube PROST CLUB TV, Sabtu (27/11/2021).
Tentunya, Andika tidak hanya memasukkan lagu Kangen Band saja.
Dia mencampur isinya dengan lagu-lagu dari grup musik yang naik daun pada masa itu.
"Jadi gue settingnya, paling atas lagu Peterpan, (kedua) lagu Ungu, (ketiga) lagu Dewa 19, (keempat) lagu gue. Sudah gue urut begitu aja cuy," ucap Andika Mahesa sambil terbahak-bahak mengenang masa lalu.
"Nah, lagu gue ya gue selipkan. Ternyata lagu gue naik juga. Ternyata benar ya, kalau kita main sama yang lebih besar, dompleng, lagu kita didengarin juga," lanjut Andika.
Karena melihat pendapat hasil jual CD melonjak, Andika memutuskan berhenti jadi pekerja bangunan dan tukang es cendol.
Setelah melanjutkan menjual CD berisikan lagu Kangen Band, Andika terheran-heran karena permintaan semakin melonjak drastis.
"Kadang-kadang sudah semua, berapa ratus CD keping yang gue jualin, balik lagi angkotnya. 'Minta, adik gue juga mau. Gue beli'. Adiknya mau, keluarganya mau, wih lumayan, sudah kayak artis beneran cuy," tutur Andika Mahesa.
Dia menegaskan, pada masa itu Kangen Band masih merintis karier di kampung halaman, Lampung, dan belum ada label musik yang menawarkan untuk bergabung.
Diburu Produser Musik Bertahun-tahun sampai ke Dalam Penjara
Tak lama, setelah lagu 'Penantian Yang Tertunda' meledak di Lampung dan industri musik Tanah Air, para produser mencari keberadaan grup musik Kangen Band dan vokalisnya, Andika Mahesa.
Sebagai informasi, pada masa itu Kangen Band belum memiliki label dan salah satu upaya lagu 'Penantian Yang Tertunda' meledak di masyarakat karena usaha Andika menjual CD bajakan seharga Rp 10.000 ke angkutan kota (angkot) di Lampung.
Meski nama Kangen Band naik daun, para personel tidak dikenal masyarakat karena pada saat itu belum tampil di televisi dan lagu 'Penantian Yang Tertunda' ciptaan Dodhy Kangen Band hanya diputar di radio-radio.
Namun, saat produser mencari keberadaannya, pada 2005 Andika ditangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan dan kepemilikan narkoba lalu menjalani pidana penjara atas putusan majelis hakim.
"Ada produser cari ke Lampung, kayak almarhum Harry Tasman, Yongky, Pak Sujana, Yuni, datang mereka ke Lampung untuk cari Kangen Band. Sebelumnya ada juga Nagaswara, dari mana-mana sudah mencari," ungkap Andika.
"Jadi, ini orang cari berhari-hari, bertahun-tahun. 'Yang mana vokalisnya?'," kata Andika melanjutkan.
Pada saat yang bersamaan, pria yang akrab disapa Babang Tamvan itu mengungkapkan, ada beberapa pihak dari berbagai daerah yang mengaku sebagai Kangen Band kepada produser musik tersebut.
Tidak satu ataupun dua. Kata Andika, grup-grup musik dari berbagai daerah di Indonesia tersebut yang mengaku sebagai Kangen Band kepada produser berjumlah 7.
"Ada 7 band yang masuk ke label itu mengatasnamakan Kangen Band. Dari Jambi ada, dari Yogyakarta, dari Bengkulu, dari Surabaya. Begitu mereka di label, dites, suaranya tidak sama," ungkap Andika.
Karena Andika tengah di dalam penjara, Dodhy sebagai pencipta lagu dan berhak mendapatkan hal tersebut memberikan pengakuan kepada produser musik bahwa dialah yang menyanyikan 'Penantian Yang Tertunda'.
Tetapi, produser musik tidak percaya kepada Dodhy karena lagi-lagi suaranya tidak mirip dengan Andika.
Alhasil, dia jujur kepada produser musik dan membawa mereka ke dalam Lapas, tempat Andika menjalani pidana.
"Datanglah ke penjara ini para produser. Sampai ke penjara, lu tahu enggak? Kayak Indonesia mencari bakat. Mereka bawa gitar, gue disuruh nyanyi. Kayak enggak percaya sama gue," tutur Andika.
"Iya, dia seolah-olah besuk. Besuk gue, datang, melihat. 'Mas Dodhy, ini Andika? Ini yang nyanyi?'. Dia kayaknya enggak yakin sama gue, produsernya enggak yakin sama gue. Begitu dites, langsung 'ini penyanyinya, iya, kita urus'," kata Andika melanjutkan.
Berkas-berkas pria kelahiran Mei 1985 itu pun akhirnya diurus untuk menjalani rehabilitasi.
Kemudian, Andika pindah menjalani pidana ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
Setelah bebas, Andika dan teman-temannya mulai aktif di bawah payung label Warner Music Indonesia sebagai Kangen Band.