Breaking News:

Berita Sriwijaya FC

Pasca Menghadapi PSMS Medan Laga Pamungkas Sriwijaya FC tak Balik ke Palembang Ini Kata Manajer Tim

Manajer Tim Sriwijaya FC Hendriansyah ST MSi telah menyusun rencana pasca laga terakhir babak penyisihan Liga 2 Indonesia menghadapi PSMS Medan

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
Dok. Media Officer Sriwijaya FC
Manajer Tim Sriwijaya FC Hendriansyah ST MSi, setia mendamping laga Sriwijaya FC pada babak peyisihan grup A Liga 2 Indonesia 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Manajer Tim Sriwijaya FC Hendriansyah ST MSi telah menyusun rencana pasca laga terakhir babak penyisihan Liga 2 Indonesia menghadapi PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru, Selasa (30/11/2021) pukul 18.15, Dedi Hartono dkk tak lagi ke Palembang. 

"Jedah setelah laga terkahir lawan PSMS Medan tanggal 30 November sampai tanggal 9 Desember kita akan persiapan putaran babak delapan besar Liga 2 Indonesia."

"Ke depan mungkin pemain ini tidak lagi balik ke Palembang, homebase karena terlalu capek dan terlalu mepet dari Pekanbaru," ungkap Hendriansyah ST MSi kepada Sripoku.com, Jumat (26/11/2021). 

Jika nanti tuan rumahnya di Jabodetabek, Jakarta dan sekitarnya, Hendriansyah ST MSi yang juga menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan memohon support , doa, dari seluruh suporter SFC seluruh warga Sumsel akan diberikan keselamatan saat kami melakukan perjalanan dari Pekanbaru ke Jakarta. 

Baca juga: Sriwijaya FC Bakal Rekrut Striker dan Gelandang Baru, Tambahan Amunisi di Babak Delapan Besar

"Kemudian mohon doanya di delapan besar nanti kami bisa menyuguhkan permainan terbaik SFC karena kami yakin di pertandingan tidak ada penonton ini hanya doa saja yang sampai kepada kami di lapangan," ujar Hendriansyah yang juga menjabat Direktur Marketing PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku pengelola klub Sriwijaya FC.

Menurutnya, doa-doa dari suporter tetap sangat diharapkan dari seluruh masyarakat Sumsel dan yang paling penting jaga kondusivitas Sriwijaya FC secara keseluruhan. 

"Suporter ini bagus kalau saya melihat memberikan motivasi, memberikan semangat. Mudah-mudahan kami yang ada di lapangan."

"Teman-teman yang sedang bermain itu tidak terpengaruh secara mental," kata Hendri yang mantan Kapten Tim yang juga striker tim dusun dan tim sepakbola Fakultas Teknik Unsri. 

Pria kelahiran Arahan (Lahat), 15 Desember 1972 yang mengidolakan Legendaris Argentina, Diego Maradona, berharap suporter paham apa yang ia maksudkan.

"Artinya walaupun kita tidak bersorak, berteriak langsung memberikan support di lapangan, tetapi dengan doa, dengan kondusivitas, dengan tulisan terbaik yang diberikan di media sosial. Itu dibaca oleh teman-teman pemain," kata mantan Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Muratara. 

Alumni Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya ini berharap tulisan-tulisan itu tulisan produktif yang membuat Sriwijaya FC makin percaya diri. 

"Kemudian mereka bekerja keras, untuk mewujudkan keinginan dari seluruh masyarakat Sumsel agar Sriwijaya FC bermain di liga 1 lagi," pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved